4.Jendela Anak
Anak -menurut pengertian bahasa maupun istilah- adalah keturunan, seorang yang masih kecil, atau bagian kecil dari kesatuan yang lebih besar. Karenanya, kata anak tidak hadir sendiri kecuali bersamaan dengannya terkait -dinyatakan atau tidak- dengan kata induk atau orang tua. Artinya, “kehadirannya” telah didahului, dan ia tak bisa lepas dari yang mendahuluinya itu, selamanya.
Setiap diri kita adalah anak, anak manusia atau keturunan seseorang. Dari pengertian ini saja cukuplah bagi kita untuk menyadari bahwa kehadiran dan perilaku kita, yang tidak lain diciptakan untuk beribadah -dengan segala bentuk penghambaannya- kepada ALLAH semata, senantiasa terkait dengan induk, orang tua, atau kesatuan yang lebih besar. Di dalam rangka inilah ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa mengamanahi hamba-Nya untuk mendidik anak-anak mereka dan memberi wasiat kepada mereka untuk berbakti kepada orang tuanya.
Di dalam perjalanan hidupnya, seorang anak akan senantiasa berhadapan dengan perkara-perkara yang menyangkut urusan:
1. Berbakti kepada Orang tua.
2. Bergaul dengan sesama mereka, baik yang sebaya maupun yang lebih tua atau lebih muda darinya.
3. Mengatasi permasalah yang dihadapi sepanjang masa asuhannya.
Jendela Anak rumah belajar Ibnu Abbas merupakan media yang dengannya berbagai masalah anak dibicarakan. Jendela ini sengaja dibuka untuk -melaluinya- mengingatkan anak tentang kewajibannya sebagai hamba-ALLAH, sekaligus mempersilahkan mereka yang di luar jendela melongok ke dalam. melihat -lebih tepatnya mengintip- apa yang ada di dalam kamar mereka dan apa saja yang mereka kerjakan di sana.


Assalamualaikum
Halo Ustadz. Apakah sudah ada buku yang diterbitkan terkait tulisan2 antum ? Kalau boleh minta tolong dibukukan, coz bagus sekali untuk disebarkan. Terimakasih banyak. Barokallahu fik wa ahlik.