jump to navigation

“Nasehat Perkawinan untuk Putriku”

Abu Khaulah Zainal Abidin

(Seandainya ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa panjangkan umurku dan memberikan kesempatan kepadaku menyaksikan pernikahan putriku tercinta, kira-kira seperti inilah yang ingin aku sampaikan):

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله , نحمده ونستعينه , ونستغفره , ونعوذ بالله من شرور أنفسنا , ومن سيئات أعمالنا , من يهده الله فلا مضل له , ومن يضلل فلا هادي له , وأشهد أن لاإله إلا الله وحده لاشريك له , وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم .

{ يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون }

{ يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تسألون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا }

{ يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا , يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم , ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما }

Anak-anakku..,

Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ……insya الله.

Rentang perjalanan hidup manusia yang begitu panjang … sesungguhnya singkat saja. Begitu pula…liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana. Kita semua.. diciptakan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak lain untuk beribadah kepada NYA. Maka, jika kita semua berharap kelak dapat berjumpa dengan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa …dalam keadaan IA ridlo kepada kita, hendaklah kita jadikan segala tindakan kita semata-mata di dalam rangka mencari keridlo’an-NYA dan menyelaraskan diri kepada Sunnah Nabi-NYA Yang Mulia -Shallallahu alaihi wa sallam-

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا.

(Maka barangsiapa merindukan akan perjumpaannya dengan robb-nya, hendaknya ia beramal dengan amalan yang sholeh, serta tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun di dalam peribadatan kepada robb-nya.)

Begitu pula pernikahan ini, ijab-qabulnya, adanya wali dan dua orang saksi, termasuk hadirnya kita semua memenuhi undangan ini…adalah ibadah, yang tidak luput dari keharusan untuk sesuai dengan syari’at ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa.

Oleh karena itu…, kepada calon suami anakku

Saya ingatkan, bahwa wanita itu dinikahi karena empat alasan, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam:

عن أبي هريره رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya,atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau.” (HR:Muslim)

Maka ambilah nanti putriku sebagai isteri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya. Dengannya dan bersamanya lah kamu beribadah kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa, di dalam suka…di dalam duka. Gaulilah ia secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syari’at ALLAH. Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah memerintahkan demikian:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

(Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma’ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan.) (An-Nisaa':19)

Dan ingatlah pula wasiat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

إستوصوا بالنساء خيرا فإنهن عوان عندكم

(Pergaulilah isteri-isteri dengan baik. Karena sesungguhnya mereka itu mitra hidup kalian)

Dan perlakuanmu terhadap isterimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-;

أكمل المؤمن إيمانا أحسنهم خلقا و خياركم خياركم لنساءهم (الترمذي عن ابي هريرة)

(Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya)

Dan kamu sebagai laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangga.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

(Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya.) (An-Nisaa': 34)

Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. Raihlah kewibawaan agar isterimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggungjawab, arif dan lemah lembut , sehingga isterimu merasa hangat dan tentram di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah sa’atnya untuk membuktikan bahwa kamu laki-laki sejati, laki-laki yang bukan hanya lahirnya.

Kepada putriku

Saya ingatkan kepadamu akan sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- :

عن أبي هريرة؛ قال:- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

إذا أتاكم من ترضون خلقه ودينه فزوجوه. إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض

Jika datang kepadamu (-wahai para orang tua anak gadis-) seorang pemuda yang kau sukai akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan menyebarnya kerusakan di muka bumi.” (HR: Ibnu Majah)

Dan semoga -tentunya- calon suamimu datang dan diterima karena agama dan akhlaqnya, bukan karena yang lain. Maka hendaknya kau luruskan pula niatmu. Sambutlah dia sebagai suami sekaligus pemimpinmu. Jadikanlah perkawinanmu ini sebagai wasilah ibadahmu kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Camkanlah sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

لو كنت أمرا أحد ان يسجد لأحد لأمرت المرءة ان تسجد لزوجها (الترم1ي عن ابي هريرة)

(Seandainya aku boleh memerintahkan manusia untuk sujud kepada sesamanya, sungguh sudah aku perintahkan sang isteri sujud kepada suaminya.)

Karenanya sekali lagi saya nasihatkan , wahai putriku…

Terima dan sambutlah suamimu ini dengan sepenuh cinta dan ketaatan.

Layani ia dengan kehangatanmu…

Manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu…

Bantulah ia dengan kesabaran dan doamu…

Hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu…

Bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu…

Tutuplah kekurangannya dengan mulianya akhlaqmu…

Manakala telah kamu lakukan itu semua, tak ada gelar yang lebih tepat disandangkan padamu selain Al Mar’atush-Shalihah, yaitu sebaik-baik perhiasan dunia. Sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

الدنيا متاع وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة ( مسلم)

(Dunia tak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.)

Inilah satu kebahagiaan hakiki -bukan khayali- yang diidam-idamkan oleh setiap wanita beriman. Maka bersyukurlah, sekali lagi bersyukurlah kamu untuk semua itu, karena tidak semua wanita memperoleh kesempatan sedemikian berharga. Kesempatan menjadi seorang isteri, menjadi seorang ibu. Terlebih lagi, adanya kesempatan, diundang masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. Yang demikian ini mungkin bagimu selagi kamu melaksanakan sholat wajib lima waktu -cukup yang lima waktu-, puasa -juga cukup yang wajib- di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan -termasuk menutup aurat- , dan ta’at kepada suami. Cukup, cukup itu. Sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحفظت فرجها وأطاعت زوجها

قيل لها: ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت (أحمد عن عبدالرحمن بن عوف)

(Jika seorang isteri telah sholat yang lima, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan ta’at kepada suaminya. Dikatakan kapadanya: Silahkan masuk ke dalam Surga dari pintu mana saja yang engkau mau.)

Anak-anakku…,

Melalui rangkaian ayat-ayat suci Al Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi Yang Mulia, kami semua yang hadir di sini mengantarkan kalian berdua memasuki gerbang kehidupan yang baru, bersiap-siap meninggalkan ruang tunggu, dan mengakhiri masa penantian kalian yang lama. Kami semua hanya dapat mengantar kalian hingga di dermaga. Untuk selanjutnya, bahtera rumah-tangga kalian akan mengarungi samudra kehidupan, yang tentunya tak sepi dari ombak, bahkan mungkin badai.

Karena itu, jangan tinggalkan jalan ketaqwaan. Karena hanya dengan ketaqwaan saja ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa akan mudahkan segala urusan kalian, mengeluarkan kalian dari kesulitan-kesulitan, bahkan mengaruniai kalian rizki.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

(Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan berikan bagi nya jalan keluar dan mengaruniai rizki dari sisi yang tak terduga.)

(Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mudahkan urusannya.)

Bersyukurlah kalian berdua akan ni’mat ini semua. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengarunia kalian separuh dari agama ini, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengarunia kalian kesempatan untuk menjalankan syari’at-NYA yang mulia, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa juga telah mengaruniai kalian kesempatan untuk mencintai dan dicintai dengan jalan yang suci dan terhormat.

Ketahuilah, bahwa pernikahan ini menyebabkan kalian harus lebih berbagi. Orang tua kalian bertambah, saudara kalian bertambah, bahkan sahabat-sahabat kalian pun bertambah, yang kesemua itu tentu memperpanjang tali silaturahmi, memperlebar tempat berpijak, memperluas pandangan, dan memperjauh daya pendengaran. Bukan saja semakin banyak yang perlu kalian atur dan perhatikan, sebaliknya semakin banyak pula yang akan ikut mengatur dan memperhatikan kalian. Maka, barang siapa yang tidak kokoh sebagai pribadi dia akan semakin gamang menghadapi kehidupannya yang baru.

Ketahuilah, bahwa anak-anak yang sholeh dan sholehah yang kalian idam-idamkan itu sulit lahir dan tumbuh kecuali di dalam rumah tangga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Dan tentunya tak akan tercipta rumah-tangga yang sakinah, kecuali dibangun oleh suami yang sholeh dan isteri yang sholehah.

Akan tetapi, wahai anak-anakku, jangan takut menatap masa depan dan memikul tanggung jawab ini semua. Jangan bersedih dan berkecil hati jika kalian menganggap bekal yang kalian miliki sekarang ini masih sangat kurang. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

(Artinya: “Dan janganlah berkecil hati juga jangan bersedih. Padahal kalian adalah orang-orang yang mulia seandainya sungguh-sungguh beriman.”) (Ali Imran: 139)

Ya, selama masih ada iman di dalam dada segalanya akan menjadi mudah bagi kalian. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan taqwa. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Bersungguh-sungguhlah untuk itu, untuk meraih segala kebaikan yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa sediakan melalui pernikahan ini. Jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan kepada ALLAH. kemudian jangan merasa tak mampu atau pesimis. Jangan, jangan kalian awali kehidupan rumah tangga ini dengan perasaan lemah !

احرص على ما ينفعك. واستعن بالله ولا تعجز

(Bersungguh-sungguhlah kepada yang bermanfa’at bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLAH, dan jangan merasa lemah!) (HR: Ibnu Majah)

Terakhir, ingatlah bahwa nikah merupakan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, sebagaimana sabdanya:

النكاح من سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني

(Nikah itu merupakan bagian dari Sunnahku. Maka barang siapa berpaling dari Sunnahku, ia bukanlah bagian dari umatku.)

Maka janganlah justru melalui pernikahan ini atau setelah aqad ini kalian justru meninggalkan Sunnah untuk kemudian bergelimang di dalam berbagai bid’ah dan kema’shiyatan.

Kepada besanku…

Terimalah masing-masing mereka sebagai tambahan anak bagi kita. Ma’lumilah kekurangan-kekurangannya, karena mereka memang masih muda. Bimbinglah mereka, karena inilah saatnya mereka memasuki kehidupan yang sesungguhnya.

Wajar, sebagaimana seorang anak bayi yang sedang belajar berdiri dan berjalan, tentu pernah mengalami jatuh untuk kemudian bangkit dan mencoba kembali. Maka bantulah mereka sampai benar-benar kokoh untuk berdiri dan berjalan sendiri.

Bantu dan bimbing mereka, tetapi jangan mengatur. Biarkan.., Karena sepenuhnya diri mereka dan keturunan yang kelak lahir dari perkawinan mereka adalah tanggung-jawab mereka sendiri di hadapan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Hargailah harapan dan cita-cita yang mereka bangun di atas ilmu yang telah sampai pada mereka.

Keterlibatan kita yang terlalu jauh dan tidak pada tempatnya di dalam persoalan rumah tangga mereka bukannya akan membantu. Bahkan sebaliknya, membuat mereka tak akan pernah kokoh. Sementara mereka dituntut untuk menjadi sebenar-benar bapak dan sebenar-benar ibu di hadapan…dan bagi anak-anak mereka sendiri.

Ketahuilah, bahwa bukan mereka saja yang sedang memasuki kehidupannya yang baru, sebagai suami isteri. Kita pun, para orang tua, sedang memasuki kehidupan kita yang baru, yakni kehidupan calon seorang kakek atau nenek – insya الله. Maka hendaknya umur dan pengalaman ini membuat kita,…para orangtua, menjadi lebih arif dan sabar, bukannya semakin pandir dan dikuasai perasaan. Pengalaman hidup kita memang bisa jadi pelajaran, tetapi belum tentu harus jadi acuan bagi mereka.

Jika kelak -dari pernikahan ini- lahir cucu-cucu bagi kita. Sayangilah mereka tanpa harus melecehkan dan menjatuhkan wibawa orangtuanya. Berapa banyak cerita di mana kakek atau nenek merebut superioritas ayah dan ibu. Sehingga anak-anak lebih ta’at kepada kakek atau neneknya ketimbang kepada kedua orangtuanya. Sungguh, akankah kelak cucu-cucu kita menjadi anak-anak yang ta’at kepada orangtuanya atau tidak, sedikit banyak dipengaruhi oleh cara kita memanjakan mereka.

Kepada semua, baik yang pernah mengalami peristiwa semacam ini, maupun yang sedang menanti-nanti gilirannya, marilah kita do’akan mereka dengan do’a yang telah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير

فأعتبروا يا أولي الأبصار

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لاإله إلاأنت أستغفرك وأتوب إليك

Komentar»

1. Rahmat - sukabumi - Maret 15, 2009

Bismillah,

Assalamu’alaykum warahmatullah.

Ustadz yang insya Allah dimulyakan Allah Subhanahu wata a’la, artikel diatas sempat membuat hati saya tertegung sejenak,kagum, sedih, senang memikirkan tentang indahnya nasehat terlampir, sungguh indah satu nasihat yang keluar dari ahlussunnah,semoga bisa menjadi nasihat bagi para ayah & yang akan menjadi seorang Ayah.

Barakallahu fiik.
wajazakumullahi khair

2. Yudi Priadi - Maret 16, 2009

Maa syaa Allah. Sebuah nasihat yang indah dan patut untuk diikuti oleh semua calon pengantin dan para besan. Dapat menjadi salah satu renungan bagi kita semua yang telah menikah dalam menjalani rumah tangganya.Jazakallah khairan atas nasihatnya. Ana berdoa kepada Allah semoga Ustadz dipanjangkan umur diberikan kesehatan sehingga bisa menyampaikan nasihat pada pernikahan putri Usadtz. Aaminn.

3. ramadhan - Maret 17, 2009

Allohumma innii as aluka mar’atush_sholihah

4. bwane - Maret 17, 2009

Jazakallahu khayran katsiran ya ustadz, hafidzakallahu…insya الله.

semoga Allah menambah dan memberkahi ilmu ustadz…

barakallahu fiikum!

5. Abu Umar Salman - Mei 10, 2009

assalamu ‘alaikum ustadz, ana jadi terinspirasi. masya Allah, barakallahufykum. jangan lupa undangannya he…he…

6. Abu 'Abdillah - Mei 19, 2009

Baarokallahu fiikum…., jadi inget masa awal dulu baru nikah…, serasa masih penganten baru sampai sekarang…, nasehatnya selalu menyegarkan buat ana dan keluarga….., walhamdulillah…, ana merasakan ketentraman bersama keluarga ana. Nikmat yang tidak terhitung nilainya. Semoga demikian juga dengan antum sekeluarga ya ustadz…, dan juga seluruh keturunan antum kelak. Dan semoga Allah tambahkan selalu kenikmatan itu hari demi hari bagi kita semua, sekaligus menjadikan kita semua orang yang pandai bersyukur. Aamiin

7. Abu Fauzan - Juni 1, 2009

Baarakallaahufiikum…,Semoga Allah menjaga dan menaungi kita dengan kasih SayangNya. Jazakallahu Khairan Ustadz atas kebaikan Antum.

8. agung - Juni 25, 2009

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Ustadz yg kami hormati, mohon izin untuk mengkopi dan menyampaikan materi ini kpd kawan2 kami.
Atas izinnya kami ucapkan jazakallahu khoiron katsiron…

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

9. anggi p - Juli 8, 2009

subhanallah..
benar2 nasihat yg indah..

10. Syarif - Juli 9, 2009

Assalamu’alaykum.
Nasihat yang menyentuh..
Jazakallahu khairan Ustadz.
Jika boleh, ana izin mentautkan link artikel ini pada blog ana.

11. etty - Juli 25, 2009

Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh,
Baarokalloohufiikum, SubhanAlloh nasihatnya lengkap untuk calon pengantin, orangtua dan mertuanya. Semoga apa yang diharapkan ustadz Zainal, Allah Ta’ala kabulkan dan kamipun sedang menanti menemukan pendamping terbaik dari Allah Ta’ala untuk putera kami tercinta yang sudah siap menikah insyaAllah, yang berusaha untuk mewujudkan keluarga sakinah; Pendidikan Pesantren 3 tahun, S1 Komputer Gunadarma, bekerja di swasta,lahir tahun 1979.

“Ya Allah jadikanlah pendamping kami, anak keturunan kami, saudara dan teman kami yang menyenangkan hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang yang bertakwa”, aamiin.

12. Ibnu Thahir - Agustus 7, 2009

assalamu’alaykum

sungguh nasihat yg bijaksana, ana terharu membacanya, barakallahu fiyk

wassalam

13. Ummu Izzat - November 10, 2009

Maa sya Allah, Subhanallah… nasehat yang sangat indah… meski pun saya sudah menikah hampir 6 tahun dan sudah diamanahkan dua org anak… nasehat ini luaaaaaaaaaarrrrrrr biasa mengetarkan hati hingga basah kedua mata ini… sungguh hanya dgn izin Allah lah saya bisa mampir ke blog Abu Khaulah… meski saya tidak mendapatkan nasehat seperti yang Abu tulis ini dikarenakan Ayah saya telah berbeda keyakinannya disaat saya menikah.. tp sungguh …tanpa merendahkan posisi ayah kandung saya.. seolah-olah telah tergantikan hari ini dgn membaca nasehat Abu…

jazakallahu khoiron katsiron

14. Suharlan Madi Ahya - November 17, 2009

Yaa Rabb…
Indah nian kalimat-kalimat tertulis…
Indah sangat nasehat-nasehat terucap…
Abu Khalauh (Baarakallaahu Fiikum), ana ibnukum, Suharlan Madi Ahya Abu Khansa, selalu mengucap doa untuk antum dan orang-orang yang telah meluangkan waktu di jalan dakwah salafiyyah… Doa ana terkhususkan untuk antum orangtua kedua bagi ana setelah peninggalan abi ana…
Mungkin ana adalah anak antum yang telah hampir melupakan kebaikan antum selama ini…
Yaa Rabb, astaghfiruka ‘ala haadza taqshiir…

15. Taufiqurrahman - Desember 11, 2009

Allahuakbar Ustad… Saya menitikkan air mata membaca nasihat ini… Nasihat ini sangat menyentuh qolbu dan menjernihkan pikiran saya akan pernikahan saya… Semoga Ustad dirahmati Allah…

16. Nasihat Perkawinan Untuk Putriku « Al Ilmu Qobla Qoul wal Amal - Februari 9, 2010
17. abul harits al-bintany - Maret 27, 2010

jika nasehat ini dapat diamalkan seperempatnya saja, insya allah ini akan menjadi keluarga sakinah, tapi iblis ga kan pernah berdiam diri. rasulullah pernah mengatakan, setiap hari iblis senantiasa menyebarkan anak buahnya keseluruh penjuru dunia. siapa yang paling besar fitnahnya, maka dia yang paling dekat dengan iblis. para syetan itu melapor kepada bossnya iblis la’natullah,
aku berhasil membuat si fulan membunuh, jawab iblis, kamu belum berbuat apa-apa. yang lain mengatakan, aku berhasil membuat si fulan berzina. iblis menjawab, kamu belum berbuat apa-apa. lalu ada syetan melaporkan, aku berhasil membuat si fulan menceraikan isterinya. iblis menjawab, ya.. kamu sebaik-baik syetan. maka syetan inipun disuruh mendekat kepada iblis dan dipasangkan ke kepalanya mahkota kebesaran. wuiiihh….

18. rabiah al adawiyah - April 25, 2010

syukran ya ustadz… banyak bersyukur atas semua berkah yan telah di berikanNYA kepada kita semua… punten sy share yaa…

19. Nasihat Perkawinan Untuk Putriku | Menceritakan Bahagianya Berkeluarga - Juni 26, 2010

[…] Kepada semua, baik yang pernah mengalami peristiwa semacam ini, maupun yang sedang menanti-nanti gilirannya, marilah kita do’akan mereka dengan do’a yang telah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-: بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير فأعتبروا يا أولي الأبصار سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لاإله إلاأنت أستغفرك وأتوب إليك http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/4jendela-anak/nasihat-perkawinan-untuk-putriku […]

20. Abu Aqila - Juli 30, 2010

Baarokalloohufiikum…ana terharu…

21. ummu Nabil - Oktober 6, 2010

Assalamu’alaykum
Setelah membaca tulisan ‘Nasihat Perkawinan utk Putriku”, tiada kata yang lebih indah utk diberikan kepada abu khaulah (hafidzahullah) selain JAZAKALLAHU KHAIRAN. masya Allah nasihatnya bermanfaat sekali utk putri-putri kami kelak…, afwan ana mohon ijin utk di print dan disimpan ya.
Barakallahu fikum

22. rumahbelajaribnuabbas - Oktober 6, 2010

Wa alaikumussalaam. Tafadhdhol, mudah-mudahan ada manfaatnya. Wa fiikum barakallah.

23. Ahmad Fa'iq - Oktober 8, 2010

Bismillah.
Nasehat yang sangat indah ya ustaduna, semoga ana bisa mengambil faedah dari artikel ini. Ana juga minta izin untuk meng-copy. Baarakallahu fiik.

Salamullah ‘alaikum

24. “Nasihat Perkawinan Untuk Putriku” « Moehardian's Blog - Oktober 15, 2010
25. Abu Zaid - Oktober 18, 2010

Baarokallaahu fiykum.
Afwan Ustadz, ana belum dapat menziarahi antum di Depok.
Wassalaamu’alaykum,
Abu Zaid
Pekanbaru

26. michael - Oktober 29, 2010

sawa, ana juga terharu suf… keke tuch.

27. Abu Hamzah Iwan - November 4, 2010

Bismillah…
Nasehat yg indah ini mengingatkan aku akan pernikahanku thn 2003 yg juga mendapatkan tausiyah dari Ust. Zainal dgn isi yg kurang lebih sama…ada kebahagiaan hari ini bisa membaca & mengingat nasihat itu lagi …namun ada juga kesedihan mengingat banyak dr nasihat itu yg belum bisa aku amalkan. Smoga ke depannya dengan taufik dari Alloh aku bisa mengamalkannya dg lebih baik lagi. Jazakumullohu khoiran.

28. Abu Abzi - November 4, 2010

Subhanallahu.. Nasihat yang sangat bermanfaat.
Jazaakumulloh khairan telah berbagi.

Semoga menjadi ‘amal shalih..
Amiin
barakallahu fiykum..

29. Nasihat Pernikahan “repost” « Arum'S Palace - November 15, 2010
30. diwa - November 17, 2010

bismillah
ana minta ijin untuk membagi artikel
matur nuwun

31. edy sudarsono - November 30, 2010

betul betul betul…… bagus sekali aku pernah mendengar dari bacaan seseorang pada satu acara pernihakan, persis seperti ini aku permisi ya untuk menjiplaknya dan kubacakan ketika insyaallah putriku menikah suatu saat….. terima kasih sang penulis semoga nasihatmu ini bisa juga kumaknai dalam kehidupan dengan istri dan anak ku juga dengan para saudaraku, sahabatku, saudara istriku dan para sahabat istriku,,,,, saudara kita semua ya pernikahan anugerah Allah yang maha Besar

32. yunaldi samin - Maret 21, 2011

perlu sekali nasihat yang begitu pas dan mach ini untuk disampaikan kepada pengantin baru yang akan mengharungi lautan kehidupan rumah tangga agar dapat mencapai pantai tujuan yang diidam-idamkan mereka dan kita semua.

33. Abu Hafidz - April 13, 2011

Bimsillah, Assalamu’alaikum, izin copas ya ustadz, jazakallahu khoiron

34. “Nasihat Perkawinan Untuk Putriku” « KAESHAFIZ 'WEBLOG - April 13, 2011

[…] Sumber dari blog ustadz zaenal RBIA […]

35. Naff hans - April 21, 2011

5سكرا،، 6

36. “Nasihat Perkawinan Untuk Putriku” « Ulghu's Blog - Mei 4, 2011

[…] Kepada semua, baik yang pernah mengalami peristiwa semacam ini, maupun yang sedang menanti-nanti gilirannya, marilah kita do’akan mereka dengan do’a yang telah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-: بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير فأعتبروا يا أولي الأبصار سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لاإله إلاأنت أستغفرك وأتوب إليك http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/4jendela-anak/nasihat-perkawinan-untuk-putriku […]

37. abulfikar - November 7, 2011

assalamalaikum
afwan ustadz, saya kopi artikelnya buat nasehat putra sahabat saya. syukron wajazakallah

38. Rahmah - November 27, 2011

Ijin share ustadz, barakallahu fiikum

39. Hida Hermawan - Desember 6, 2011

jazakalllah nasihatnya :’) ,,

40. yoga - Desember 7, 2011

barakallahu fikum..ijin share ustadz…jazakumullahu khoiran katsiron…

41. edwin purwokerto - Desember 8, 2011

barakallahu fikum…..

42. H. Delsy Syamsumar - Desember 9, 2011

Ass. Ustad.
bagus sekali nasehat seorang ayahanda kepada putrinya yang disampaikan pada acara pernihakan. Saya permisi ya untuk menjiplaknya dan akan saya bacakan ketika putriku menikah insyaallah dalam waktu dekat ini….. terima kasih.

43. MarS - Desember 17, 2011

Assalamu’alaykum…
SubhanaAllah…
Izin copast pak…..

44. Anonymous - Januari 11, 2012

Assalamu’alaykum wR wB.

Izin sadur ustadz, utk ana tampilkan di Blog ana.

Jazakallahu khayran katsiran

45. jalaluddin malunda - Januari 15, 2012

ASWABAR………….NASIHAT TERSEBUT SANGAN MEMBEKAS DIJIWA BAGI QT SEOARANG ANAK,,,,,DAN TAK DAPAT DIUNGKAPKAN DG KATA2 LAGI…….JZKLLH

46. nur anwar amin - Maret 11, 2012

Terimks moga jd investsi akhirat

47. nursjamsi - April 23, 2012

makash nashtnya ustdz…moga ana bisa amalkn…amin

48. Anonymous - April 25, 2012

terima kasih ustad….sungguh nasehat yg menggugah n bermanfaat

49. ASMI - Mei 1, 2012

Assalamu’alaikum.ustad minta izin untuk mengcopypaste ya sbgai bkal untuk sya jga nanti,trmkh oh ya minta bantu do;anya mdah-mdahan ALLAH SWT membrkan sya jdoh yg slm ini sya hrapkan dan btuhkan .mdah-mdahan kta smua di brkan kbhagiaan dri dunia hingga akhirat ,AAMIIN yA ROBB :).Wass

50. Anonymous - Mei 5, 2012

Izin share akhi,,,
jazakallaahukhoiron

51. Teguh Gw - Mei 11, 2012

Ustaz, minta izin untuk menyimpan tulisan ini, ya. Terima kasih, sebelumnya.

52. Anonymous - Mei 18, 2012

Terimakasih atas Nasihatnya,,,,

53. Sakri Gustaman Muhammad - Juni 1, 2012

Jazakallaahu khairan katsiiran….. ijin utk mengarsipkan tulisan ini.

54. Alalan Tanala - Juni 5, 2012

Robbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yunin waj’alna lilmuttaqina imaman.

55. Abu Naila - Juni 11, 2012

Subhanallah… Sungguh nasihat ini telah membuat saya terharu, Sungguh anak antum pasti sangat bangga dan bersyukur mempunyai ayah seperti antum.. Barokalloohu fiik.. Ana ijin untuk meng-copy artikel ini ya ustadz..
Jazaakallahu khairan

56. rumahbelajaribnuabbas - Juni 11, 2012

Wa fiika barakallah. Semoga anak-anak ana tetap bisa bersyukur meski punya orangtua -seperti ana- yang sama sekali tidak bisa dan tidak pantas dibanggakan.

57. Kanaya - Juni 12, 2012

Assalamu’alaikum ,,.
Ustadz Ana izin share , syukron jazzakallahu khoiron

58. Aduhai, Dimanakah Izzahmu??? « Diary Kehidupan - Juni 12, 2012

[…] Karena hanya kepada dia aku ridho untuk memberikan izin, pada seorang gadis yang ketika anak lelakiku akan nyaman bersama dengannya dan tenang pula ketika ia ditinggal suaminya mencari nafkah. Dengan artian, tidak menjadi istri yang bertindak semaunya, pergi kemana-mana dengan alas an yang tak syar’I tanpa sepengetahuan qawwamnya. Dan faham jobdesnya sebagai istri yang melayani suaminya karena mengharap ridhoNya saja, beribadah kepada Nya. Referensi bisa diambil disini tentang Nasihat pernikahan untuk putriku […]

59. Anonymous - Juni 15, 2012

Nasehat perkawinan sangat bermanfaat bagi kedua mempelai dalam mengarungi bahra hidup dan bagi yang lain

60. abunafisnawwaf - Juli 2, 2012

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه
​ Artikel yg indah.
بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
جزاك الله خير الجزاء

61. dearhendra - Juli 20, 2012

terima kasih artikelnya..luar biasa, membacanya saja…..membuat saya bergetar terima kasih…… bila tidak keberatan, mohon ijin, saya cuplik dan mau saya link-kan artikel ini …

62. rumahbelajaribnuabbas - Juli 20, 2012

Alhamdulillah Kalau memang bermanfa’at, silahkan. Kebaikan itu semua datangnya dari Allah semata.

63. Anonymous - Agustus 10, 2012

Bismillah, ustad, nggak jauh sama yang sebelumnya, ijin menukil untuk di publikasikan di ‘Dumay’ maupun dunia nyata. syukron. ab luqman salim

64. “Nasihat Perkawinan Untuk Putriku” | pinochay - Agustus 21, 2012

[…] “Nasihat Perkawinan Untuk Putriku”. Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this. […]

65. SUNOTO - Agustus 29, 2012

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Ustadz yg kami hormati, mohon izin untuk mengkopi dan menyampaikan materi ini kpd kawan2 kami.
Atas izinnya kami ucapkan jazakallahu khoiron katsiron…

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

66. souvenir pernikahan - Agustus 30, 2012

ijin copy paste,
artikel yang sangat berguna

67. Anonymous - September 1, 2012

IJIN UNTUK COPY, SMOGA BAROKAH

68. Anonymous - September 9, 2012

subahanallah,
bgitu bagus’a kutipan diatas itu,
rasa’a sya ingin meneteskan air mata klau mlihat kutipan diatas.
doa’in au ya,
spaya au dpet jodoh yang au inginin slama ini sma au. :)

69. Anonymous - September 10, 2012

ijin copy ya ustadz..

70. Anonymous - September 20, 2012

Subhanallah, indah yang dijanjikan Allah langsung terbayang.. makasih ustadz nasihatnya, semoga segera datang belahan iwa yang akan membahagiakan kita dunia akhirat.. amin…

71. Anonymous - Oktober 28, 2012

Makasih ust nasihstnya moga manfaat

72. Surat untuk Calon Pangeran Surga Bagi Putriku « Almeera's Way - November 3, 2012

[…] dari Blog Rumah Belajar Ibnu Abbas. Sebuah surat yang dituliskan oleh orangtua terbaik, untuk putri kecilnya yang telah tumbuh dewasa […]

73. Untuk Putriku Menjelang Pernikahanmu « Almeera's Way - November 3, 2012

[…] dari Blog Rumah Belajar Ibnu Abbas. Sebuah tulisan yang sangat menggugah, khususnya bagi saya yang membacanya. Saya tulis ulang pada […]

74. Anonymous - November 30, 2012

Sukron ustad. Mohon ijin copy ya.
Pas sekali. Ana lagi bingung hadepi ananda yg mau nikah. Kok yo pas iseng buka2. Ada artikel buagus. Manteb. Ana mau pakai buat chodbah. Nikah. Sukron jazakallohu katsir….

75. Untuk Putriku Menjelang Pernikahanmu | Almeera's Way - Desember 21, 2012

[…] dari Blog Rumah Belajar Ibnu Abbas. Sebuah tulisan yang sangat menggugah, khususnya bagi saya yang membacanya. Saya tulis ulang pada […]

76. Asiyah - Januari 8, 2013

Bismillah,

Ustadz, mohon izin nasihatnya di pakai untuk Khutbah nikah ana, InsyaAllah.. akan dibacakan oleh bapak ana
Atas izinnya, Jazakallaku khoiron katsiron

77. Kuswo Wahyono - Januari 15, 2013

Assalamu’alaykum wr.wb.
Ustadz, saya mohon ijin untuk dicopy dalam pengantar Buku Pengajian Pernikahan anak saya. Indah sekali isinya.
Jazakallaku khoiron katsiron.

78. Sutrisno - Januari 22, 2013

Subhanallah..sungguh nasehat yang sangat indah dan perlu untuk disampaikan utamanya oleh orang tua yang akan menikahkan anaknya. InsyaAllah akan menjadi nasehat yang akan senantiasa dikenang dalam merajut keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Mohon ijin, insyaAllah jika sudah sampai saatnya menikahkan anak kami, saya akan menyampaikan langsung nasehat ini. Jazakallah ustad, semoga nasehat ini manjadi bagian amal jariah antum yang tak terputus. Semoga Allah panjangkan umur antum untuk senantiasa tidak lelah menyampaikan dakwah nilai-nilai Islam yang sangat mulia dan memberikan manfaat bagi ummat. Wassalam.

79. Taufiq Al Farizi - Februari 12, 2013

subhanallah, untaian kalimat indah yg sarat makna
mudah2an saya bisa mengingat dn mengamalkannya
semoga ustadz diberikan keberkahan hidup yang jauh lebih indah lagi dari tulisan yang ditorehkan. mohon izin untuk disampaikan ke tmn2….
barakallahu fiikum.

80. Abu Muhammad - Februari 25, 2013

MasyaaAllah..nasihat yang indah…bagi pasutri maupun calon pengantin…

Ijin copas ya ustadz :-)

barakallahu fiik

81. Andhy S - Maret 5, 2013

Beberapa hari lagi kami akan menikahkan putrikuku yang sangat aku cintai, mohon ijin untuk mencuplik nasihat yang indah sebagaimana diatas. Terima kasih. Atas izinnya, Jazakallaku khoiron katsiron

82. syaahrul - Maret 11, 2013

sangat berwibawa dalam penyampaian seban tampa putus2 namun saya merasa jenuh karna tidak ad seliangan yg membuat terkesima sepertihal nya cerita yg mapu membuat pembaca pengen terus membaca sampai kelar ntp bagus

83. abu zurah - Maret 20, 2013

Bismillah

Ini adalah salah satu tulisan Al Ustadz Zainal yg menjadi Favorit abu zur’ah al jakarti

84. Anonymous - Maret 26, 2013

Stadz, mohon ijin copy nasihat indah ini untuk saudara saya ya Stadz. Jazakallahu khoiron katsiro

85. ginny - Maret 30, 2013

bismillah… ijin copy ustadz,, terima kasih

86. Anonymous - April 19, 2013

afwan Ustd, saya sudah copy. jazakallahu khairan katsira

87. syukri alhabib - April 19, 2013

allahumma shollialamuhammad waalimuhammad, numpang copy ustadz trmksh

88. Anonymous - April 22, 2013

assalammmua’alaikum, semoga Allah SWT selalu merahmati anda wahai ustadz., banyak ilmu yang ana dapat dari blog ini, dan sy mohon izin untuk membagi kepada orang lain., jazakalloh khoironkatsiro…..

89. Anonymous - April 25, 2013

…bekal yang sanagat bermanfaat untuk berlayar di samudera kehidupan….insyaALLAH selamat……jazakalallahu khairan katsiran

90. ahmadtarmizi - Mei 19, 2013

pak ust.numpang copy.itung2panjangkan amal bapak

91. Andy gara - Juni 14, 2013

Sukr0n,.. Sbuah nashat yg indh

92. Fauzie ibnu Abdullatif - Juli 25, 2013

Yaa Ustadz… Subhanallah… Semoga Allah senantiasa merahmati Ustadz beserta seluruh keluarga Ustadz.

Ana mohon izin menggunakan nasihat Ustadz untuk anak2 ana dan para keponakan ana..

Syukron wa jazakallahu khairan katsiron…

Abu Akhmedika, Fauzie ibnu Abdullatif
Perumnas Depok

93. rumahbelajaribnuabbas - Juli 25, 2013

Amin. Wa antum jazaakumullahu khairan. Farhan dikunjungi antum. Semoga antum pun sekeluarga dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’alaa.

94. suratno. - Agustus 15, 2013

asalamualaikm, subhanallah puji syukur kehadirat allah atas naseht perkawinan ini. smga allah menjadikn rmh tanggaku bsk menjdi keluarga yg slamt dunia akhiratny. smg allah memblas dengan kebaikn disisiny. wasalamualaikm wr wb

95. Abu Hasan Abdul Karim - Agustus 18, 2013

Jazakumullohu wa baarakallohu fiik ustadz. ikut copas smg bermanfaat

96. Anonymous - Agustus 19, 2013

Assalamualaikum ustadz, izinkan saya tuk menyampaikan nsehat ini kepada pasangan mempelai dikampungku gunungsari lomnbok barat

97. (Terharu) 10 NASEHAT EMAS SEORANG IBU UNTUK PUTRINYA YANG AKAN MENIKAH : “Nasihat Perkawinan untuk Putriku” | Nasihat pernikahan untuk pengantin baru | طبيب الطب النبوي | Dokter Pengobatan Nabawi | - Agustus 22, 2013
98. Anonymous - Agustus 22, 2013

Meskipun pernikahan kami telah mencapai 42 tahun,namun nasihat ini masih tetap merasuk dalam sanubariku. Tidak terasa bahwa perkawinan itu suatu anugerah yang sangat besar yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya, apabila kita mensyukurinya. Agar Nasihat ini dapat dibaca oleh banyak calon pengantin, penganten baru dan penganten layu mohon idzin untuk meng copas-ya dan memberikan kepada teman-teman lainnya. Semoga kebaikan ini akan menjadi amal kebaikan ustadz dan menambah pahala pada Yaumal Hisab kelak. Amin

99. beng beng - Agustus 24, 2013

Nasihat yang luar biasa mulianya. Bukan hanya bagi pengantin muda tetapi sangat bermanfaat bagi pengantin lawas. Amin. Mohon Izin untuk mengarsip dan kami sampaikan dalam upacara pernikahan putri-putri kami

100. novia dwi rahmawati - Oktober 4, 2013

Assalamu’alaikum wr wb
Ustad, saya izin share di twitt
Syukron katsir atas berbagi ilmunya :)

101. Maryatul Kibtiyah - Oktober 23, 2013

Subhanallah…nasehat yang membuat saya mengeluarkan airmata. Saya sebagai orang tua dari putra putri saya, ijin copas agar putra putriku dapat membaca nasehat ustazd. Semoga keberkahan untuk para calon pengantin maupun yang sudah menikah. Barokalllahu fiikum…

102. Rinto Sugito - Oktober 31, 2013

Nasehat yg bagus sekali….Mohon ijin mengarsipnya dan menggunakannya saat diperlukan nanti. Terima kasih.

103. Nila Sanira - November 11, 2013

Subhanallah…mohon izin copy artikelnya . terima kasih

104. M Komaro - Desember 23, 2013

Alhmdllh, mohon izin juga ustd untuk copy artikelnya, jzk trmkshbnyk

105. gatot - Januari 11, 2014

Mohon ijin utk d copy pak ustadz

106. Ridha Hafni - Januari 23, 2014

Subhanallah bagus sekali nasehat dunia akhirat utk calon pengantin , mhn izin utk sy copy ya Ustaz, Trmksh

107. ahmad mudjahidin - Januari 29, 2014

alhamdulillah…..
Mohon izin Ustadz mengcopy dan menyampaikan pada pernikahan putri sahabat ana…tgl 2 Februari ini
jazakallaahu khairon katsiran wa khoiru jazaa’.

108. Anonymous - Februari 13, 2014

mohon izin untuk menyalin artikelnya ustadz, Jazakumullah khoiron katsiron…

109. putri wahyu rizkiani - Februari 20, 2014

jazakumullah

110. Endang purwaningsih - Februari 26, 2014

Alhamdulillah …..tanpa terasa telah kujalani 14 thn pernikahan ini …insya Allah dgn nasehat indah Ustadz akan menambah indahnya perjalanan rumah tanggaku… Aamiiiin
Jazakumullah khoiron katsiron

111. abu luqman - Maret 12, 2014

mohon izin copas artikel ini, syukron

112. qudsi - April 3, 2014

jazakumullah

113. naurah zahwah salsabila - Mei 16, 2014

siip

114. Anonymous - Mei 29, 2014

subhanallah,,

115. Anonymous - Juni 3, 2014

Amin trmksh nasehat mdhn2 dapat ridhonya.

116. Darwin Winer (@DarwinWiner) - Juni 11, 2014

Assalaamu’alaikum,,,
Sungguh ini sebuah nasehat yang sangat luar biasa,,,
Maha Suci Allah yang telah memberikan kebeningan hati kepada hambanya sehingga keluarlah nasehat dari hati yang tulus melalui lisan yang senantiasa bertasbih kepadaNya,,,

117. febrian - Juni 14, 2014

izin copas ustadz, sangat menginspirasi

118. fauzi - Agustus 7, 2014

Amin trimakasi nasehat insyaallah dpt ridho Allah.ijin copi ustadz.

119. MAHARUDIN - Agustus 18, 2014

2 ORANG SEDANG MENGHARAP NASEHATMU SAATNYA NANTI DIPERTEMUKAN, MEREKA BERDUA AKAN SANGAT BAHAGIA TATKALA PUTRI ITU DATANG BERSAMA PASANGANYA UNTUK MENDOAKAN SANG RAJA DAN RATU, SEMOGA ALLAH MEMUDAHKAN ORANG-ORANG YANG INGIN MENJAGA KEHORMATANNYA.

120. yudha wijaya - Oktober 31, 2014

Yang mulia, mohon ijin mengambil nasihatnya. Jazakallah.

121. rumahbelajaribnuabbas - Oktober 31, 2014

Silahkan, semoga bermanfaat. Dan saya belum pantas disapa dgn sapaan “Yang mulia”.

122. asnaniah - November 9, 2014

Alhamdulillah..ya rabb..dpt pencerahan..
Izin share ke teman ya ustadz..

123. chayaislam - November 26, 2014

Assalamu’alaikum wr. wb.
mohon izin share..
Jazakumullah khoiron katsir


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 226 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: