jump to navigation

“Kenapa Harus Takut?”

Abu Khaulah Zainal Abidin

Apa yang kiranya bakal terjadi jika seseorang berlalu di suatu tempat sementara ada benda keras di hadapannya siap menghantam tubuhnya, sedangkan orang tersebut tak punya keinginan sedikitpun untuk menghindar ? Apa pula yang kiranya bakal terjadi jika seseorang berlalu di suatu tempat sementara di sekitarnya bertebaran benda-benda tajam siap menusuk-nusuk telapak kakinya, sedangkan orang tersebut tak punya keinginan sedikitpun untuk beranjak mundur?

Takut ( خوف ) adalah sebentuk perasaan yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa karuniakan kepada kita agar dengannya kita menghindar dari segala yang dapat menciderai diri kita. Kita mengelak dari besi tajam yang siap menghujam, berkelit dari kejaran binatang buas yang siap menggigit, berlari dari kobaran api yang siap membakar, surut ke belakang ketika kaki sudah di tepi jurang. Semua itu karena takut.

Tak ada yang mendorong kita untuk berlindung atau menghindar dari bahaya, kecuali rasa takut. Tak ada yang mendorong kita untuk berupaya mencari dan memperoleh keselamatan -di dunia maupun di akhirat- kecuali juga rasa takut. Maka apa jadinya jika ALLAH tidak mengaruniai kita rasa takut? Takut kepada segala marabahaya dan kemarahan, juga takut kepada api neraka dan kemurkaan-NYA. Tentu saja dengan mudahnya kita akan tertimpa malapetaka di dunia dan terjerumus ke dalam perbuatan yang menghantarkan kita kepada kesengsaraan dan penderitaan di akhirat ,seandainya ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak mengaruniai kita rasa takut. Karenanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun mengajari kita untuk berdo’a :

اللهم اقسم لنا من خشيتك ما يحول بيننا وبين معاصيك

(Ya, Tuhan kami. Karuniailah kami rasa takut kepada-MU, yang dengan itu menjauhlah kami dari berma’shiyat kepada MU)

Takut Yang Bersifat Tabi’at

Takutnya kita kepada tikaman senjata, terkaman binatang, jilatan api, terjatuh dari tempat yang tinggi, atau tenggelam ke dalam air merupakan takut yang bersifat tabi’at (khauf thabi’iy). ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa memang telah memperlengkapi kita dengan perasaan ini, sebagaimana juga perasaan benci dan cinta -yang dengan itu manusia benci kepada siapa saja yang berbuat jahat kepadanya dan cinta kepada siapa saja yang berbuat baik kepadanya-. Karena nya takut yang bersifat tabi’at ini tidaklah berdosa, selama tidak menjadi sebab dilalaikannya perintah atau dilanggarnya larangan ALLAH. Namun jika lantaran takut terluka atau cidera kemudian kita enggan berangkat ke medan jihad, maka takut semacam ini menjadi berdosa.

ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah berfirman:

( فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ) (آل عمران: من الآية175)

(…Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-KU jika kalian orang beriman) (Ali Imran: 175)

Maka ketika kita tiba-tiba muncul rasa takut dari hal-hal yang dapat menciderai tubuh, hendaknya kita bertanya ,”Kenapa harus takut. Apakah yang muncul ini semata tabiat dan ia tidak menyebabkan dilalaikannya perintah atau dilanggarnya larangan ALLAH. Masih bolehkah aku merasa takut, atau sudahkah rasa takut ini menjerumuskan aku kepada dosa?

Takut Yang Bersifat Ibadah

Kita tegakkan sholat, shaum di bulan Ramadhan, tunaikan zakat, berhaji ke baitullah, dan amalkan segala bentuk ibadah lainnya seperti zikir, berdo’a, atau i’tikaf tidak lain karena mengharapkan kebaikan -berupa keridhoan ALLAH dan ganjaran-NYA- atau karena menghindari keburukan -berupa kemurkaan ALLAH dan hukuman-NYA-. Manakala seseorang melakukan sebentuk upacara ritual -yang tidaklah ia lakukan itu kecuali didorong oleh rasa takut, yakni takut terhadap bahaya atau petaka yang akan menimpa jika ia tidak melaksanakan upacara tersebut-, maka yang semacam ini semua merupakan takut yang bersifat ibadah (khauf ibadah). Jika takut semacam ini ditujukan kepada atau disebabkan oleh selain ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa, maka takut yang demikian merupakan sejenis kesyirikan. Begitu pula, manakala seseorang menanam ari-ari bayi di depan rumah kemudian memberinya penerangan selama 40 hari, atau menggantung janur kemudian menanam kepala kerbau di saat menegakkan bangunan -tidaklah ia lakukan yang demikian kecuali karena takut tertimpa petaka-, maka takut yang demikian merupakan sejenis kesyirikan.

Bukankah ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa berfirman :

(قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) (الأنعام:162)

(Katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku,hidup, dan matiku hanyalah untuk ALLAH, Rabb semesta alam) (Al An’am: 162)

Dan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لعن الله من ذبح لغيرالله

(ALLAH mela’nat orang yang menyembelih bukan karena ALLAH) (HR: Muslim)

Perhatikanlah, betapa seringnya kita lihat manusia melakukan perbuatan-perbuatan yang dilandasi perasaan takut yang bersifat ibadah (khauf ibadah) ini. Membuat sesajen-sesajen, menyembelih atau menanam sesembelihan, dan menggantung atau memancangkan benda-benda, yang semuanya dilakukan dengan maksud untuk menghindari petaka dan takut jika tidak dilakukan maka petaka itu akan menimpa dirinya. Semua ini termasuk perbuatan menyekutukan ALLAH, karena telah mengalihkan khauf ibadah tersebut kepada selain ALLAH.

Bukankah ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa berfirman:

(وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَخْلُقُونَ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ) (النحل:20)

(Mereka yang menyeru selain ALLAH, yaitu yang tak mampu menciptakan sesuatu, bahkan sesuatu yang diciptakan) (An-Nahl:30)

Dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan kita melalui do’anya:

ببسم الله الذي لا يضر مع إسمه شئ في الأرض ولا في السماء و هو السميع البصير

(Dengan Nama ALLAH Yang dengan NYA tak ada satu pun yang dapat mencelakakan, di langit maupun di bumi. Dan IA Maha Mendengar dan Maha mengetahui)

Maka ketika hati ini terdorong -disebabkan bisikan syaithan atau adat kebiasaan- untuk meyiapkan sesajen, menanam sesembelihan,atau menggantung penangkal bala’, hendaknya kita bertanya, “Kenapa harus takut. Apakah layak sesuatu yang tak dapat memberikan man’faat dan mendatangkan mudharat menerima rasa takutku. Kenapa sesuatu yang tak dapat menciptakan dan tak mampu -bahkan menyelamatkan dirinya sendiri- harus dimuliakan melalui rasa takutku?

Takut Yang Tersembunyi

Takut yang tersembunyi (khauf sirry) adalah takut yang sesungguhnya tidak beralasan dan tidak pada tempatnya kita merasa takut. Dan tidaklah timbul rasa takut semacam ini kecuali karena telah tertanam keyakinan bahwa sesuatu yang ditakutinya itu dapat mendatangkan mudharat atau petaka baginya. Maka takut yang demikian ini (sebagaimana yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullahu ta’alaa- di dalam Syarah Tsalatsatul Ushul) merupakan jenis kesyirikan.

Perhatikanlah, wahai kaum muslimin. Betapa upaya untuk menanamkan bibit kesyirikan kepada umat melalui jalan ini begitu nampak. Para produser film dan sutradaranya -atas nama imaginasi dan kreativitas seni- menjadi kader dan pelanjut para pendongeng primitif, ramai-ramai menebarkan khauf sirry ini. Entah dari mana atau siapa yang mengilhami mereka untuk menceritakan kejadian-kejadian yang dapat menimbulkan rasa takut manusia kepada syaithan atau jin itu.

Akhirnya sebelum rasa takut kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tertanam pada anak-anak kita -bahkan orang dewasa sekalipun- rasa takut mereka kepada syaithan sudah tertanam lebih dahulu. Kalau dikatakan kepada mereka, “Jangan lakukan ini atau itu, nanti dimurkai ALLAH!” Kita dapati mereka melanggarnya karena tidak takut sama sekali terhadap kemurkaan ALLAH. Akan tetapi, kalau dikatakan kepada mereka,”Jangan lakukan ini atau itu, nanti jin atau syaithan penunggu tempat ini akan marah!” Kita dapati mereka segera menta’ati larangan atau perintah itu karena takut mendapat petaka. Kalau dinasihatkan kepada mereka,”Jangan bergaul dengan bajingan itu, karena dia sangat berbahaya dan tega mencelakakan dirimu!” Kita dapati mereka tetap bergaul akrab dengan bajingan tersebut dan tidak takut sama sekali bajingan tersebut akan menipu dan memperdayakannya. Namun jika dikatakan kepada mereka, “Tolong temani sebentar mayat (bajingan) temanmu ini di ruang mayat sendirian sementara keluarganya belum datang melayat!” Kita dapati mereka mencari teman lain karena takut menunggui mayat tersebut sendirian.

Manakala anak-anak kita lebih takut kepada ceritra-ceritra takhayul temannya ketimbang amarah dan pukulan orang tuanya, atau dia lebih berani berkelahi -dengan lawan yang lebih besar sekalipun- ketimbang harus pergi sendirian ke kakus yang terletak jauh di belakang rumah, sesungguhnya anak tersebut telah mengidap khauf sirry dan bibit-bibit kesyirikan. Karena tidaklah khauf sirry itu muncul kecuali karena ada keyakinan bahwa yang ditakuti itu memang layak untuk ditakuti, sebagaimana seharusnya perasaan tersebut ditujukan semata kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa.

Maka jika muncul perasaan takut ketika kita harus meliwati daerah pekuburan di malam hari, sehabis mendengar ceritra-ceritra takhayul dan khurafat, atau karena mendengar longlongan anjing di tengah malam, hendaklah kita bertanya, “Kenapa harus takut. Apakah sesuatu yang tak dapat menciptakan -walau sebiji kacang- dapat mencelakakan dan mendatangkan petaka bagiku. Kenapa takut yang telah ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa karuniakan kepada ku -demi keselamatanku- harus aku tujukan kepada yang tidak dapat menyelamatkan diriku?

Kenapa Harus Takut ?

Ya, kenapa harus takut itu artinya: Apakah takutnya kita kepada sesuatu hanya bersifat tabi’at? Apakah takut yang bersifat tabi’at itu telah menyebabkan kita melalaikan perintah dan melanggar larangan ALLAH Subhaanahu wa ta’alla ? Apakah yang mendorong kita melakukan ritus-ritus tertentu sedangkan hal tersebut tidak pernah diperintahkan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa ? Mengapa sesuatu yang tak mampu mendatangkan petaka itu dapat menggetarkan hati kita ? Dan terakhir, kenapa kita harus takut hanya kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa ?

Ya, takut adalah sebentuk perasaan yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa karuniakan justru demi keselamatan hamba-NYA di dunia maupun di akhirat. Yang dengannya seorang hamba menjauh dari segala yang dapat mencelakakan dirinya. Maka bagaimana mungkin perasaan yang IA karuniakan kepada kita -dengan rahmat-NYA- itu kemudian kita persembahkan kepada selain DIA. Sebagaimana kita diciptakan untuk beribadah kepada NYA, maka bagaimana hukumnya jika kemudian kita beribadah kepada selain NYA.

Komentar»

1. malpinas - Agustus 15, 2009

saya 2 minggu ini mengalami rasa takut yang amat dahsyat,takut akan kematian inilah yg saya alami,allhamdullilah setelah banyak berdiskusi dan banyak baca2 internet subhanallah wabihamdihi sholat tahajud,berzikir,inilah yang saya lakukan insyaallah bisa hilang rasa takut tersebut tapi mulai maghrib sampai tengah malam mulai lagi…apa yang harus aku lakukan..?mhon masukannya..

2. rumahbelajaribnuabbas - Agustus 18, 2009

Takut akan kematian (Takut Mati) itu ada dua macam. Ada yang terpuji dan ada yang tercela. Manakala “Takut” tersebut didasari oleh takutnya mempertanggungjawabkan dosa-dosa selama hidup di dunia, maka yang ini termasuk jenis “Takut Mati” yang terpuji. Karena hal itu sebagai buah dari keimanannya akan adanya Hisab di Yaumil Akhir, konsekuensi dari keimanannya akan adanya Hari Akhir. Akan tetapi, jika “Takut” tersebut disebabkan kecintaannya kepada kenikmatan dunia, maka yang ini termasuk jenis “Takut Mati” yang tercela.
Adapun jika “Takut Mati” itu muncul hanya pada waktu malam, itu karena pengaruh suasana (-antara lain kegelapan dan sepi-) saja. Hendaknya di saat-saat seperti itu antum mengikuti ta’lim di masjid, dan jangan melamun sendiri. Allahu A’lam bishawab.

3. muslimahbelajar - Februari 16, 2010

Assalamu’alaykum Warahmatullaah..
afwan ustadz, izin copy paste dan share
baarakallaahu fiikum..

4. iman Maryunus - April 26, 2010

asalamuaalaiku,, persis seperti malpinas,, saya merasakan taut mati yang sangat dhahsyat… bhkan gara2 suatu hal saya seokah2 tahu bulan dan tahunY saya akan mati… xsaya mohon,, apa yang harus saya lakukan agar rasa takut itu hilang,,,

5. rumahbelajaribnuabbas - April 28, 2010

Wa alaikumussalaam. Kurang lebih jawaban tidak berbeda dengan jawaban saya kepada Malpinas. Dan saya tidak tahu persis, apa yang menyebabkan rasa takut itu menimpa anda.
Tak ada satupun manusia yang mengetahui di mana dan kapan ia akan mati (Lihat Surat Luqman:34).
Di antara yang anda harus lakukan untuk menghilangkan rasa takut:
1. Belajar agama kepada guru-guru yang benar(Mengikuti Al Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman Salaful Ummah)
2. Bergaul dengan teman-teman yang baik agamanya.
3. Hindari/jauhi hal-hal yang bisa menyuburkan hayalan-hayalan buruk, seperti; musik, film, atau bacaan-bacaan buruk.
4. Jangan lupakan berdzikir kepada Allah.
Allahu A’lam bish-shawab.

6. andriyunantoro - Januari 21, 2012

Bismillahirrahmanirrahim. Afwan tadz, apakah membaca ta’awwudz ketika melewati kuburan adalah perbuatan yang keliru karena hal itu berarti menandakan ada rasa takut pada diri kita terhadap orang-orang yang ada di kuburan itu?

7. rumahbelajaribnuabbas - Januari 24, 2012

Yang benar jika kita melalui atau masuk ke area pekuburan adalah mendo’akan Keselamatan dan Kesejahteraan bagi penghuninya (orang yang sudah mati dan dikubur di sana), bukan takut kepada mereka. Adapun soal takut terhadap kejahatan syaithan, bukankah kita disyari’atkan untuk berlindung (ta’awwudz) kepada Allah dari godaan mereka. Nah, setelah berserah diri dan berlindung kepada Allah disertai keyakinan bahwa tak ada yang mampu mencelakai atau menciderai kita kecuali dengan idzin Allah, tak ada lagi alasan untuk takut yang sifatnya “sirry”. – Allahu A’lam -

8. Adnan - Maret 7, 2012

Assalamualaikum
pk klo agr gk tkut ama temen gmana?

9. rumahbelajaribnuabbas - Maret 7, 2012

Wa alaikumussalaam.

Kalau “teman” anda itu masih menimbulkan rasa takut/tidak aman, namanya bukan teman. Bukankah Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- telah bersabda (-yang artinya kurang lebih-),”Seorang muslim adalah yang saudaranya merasa aman dari gangguan lisan atau tangannya.” (HR: Bukhari). Maka hendaknya anda betul-betul memilih teman yang anda merasa aman dan nyaman bersamanya.

10. abdullah - April 19, 2012

Assalamualaikum.,,
saya melihat kemungkaran (seperti ada orang yang menjajakan tato dijalanan… hati saya mengingkarinya,,, tapi saya belum sanggup untuk menasehatinya,, ada terpikir nanti akan brkelahi sedang saya tidak ada ilmu beladiri,,, apakah ini termasuk takut, brdosa,,,

11. rumah belajar Ibnu Abbas - April 19, 2012

Wa alaikumussalaam wa rahmatullah…,
Mengingkari kemungkaran ada tiga tingkatan. Pertama, bagi yang memiliki kekuasaan dan wewenang, maka dengan tangan (kekuatan). Kedua, bagi yang tidak memiliki kekuasaan dan kewenangan namun memiliki ilmu, maka dengan nasihat. Ketiga, bagi yang tidak memiliki kekuasaan, wewenang, maupun ilmu, maka dengan hati (mengingkari/menjauhi kemungkaran tersebut seraya mendoakan agar pelaku kemungkaran tersebut bertobat dan mendapat hidayah). Allahu A’lam bish-shawab.

12. heiry - Juni 1, 2012

jdi bgini.,untuk mnanamkan kyakinan ..dan brbuat ,kt ini tak prnah mrasa tkut trhdap appun yg dluar dri printah ALLAH.

13. nabilasurya08 - Agustus 24, 2012

akhir2 ini saya sangat takut sekolah, ini semua krn saya agak merasa tertekan masuk di kls unggulan. bagaimana cara mengatasi masalh ini? terimakasih

14. rumahbelajaribnuabbas - Agustus 24, 2012

Kalau sudah tahu sebabnya, tentu lebih mudah mengatasinya. Untuk apa anda berada di kelas unggulan? Ada sabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- yang mudah-mudahan bisa membantu anda mengatasi masalah anda. “Barangsiapa belajar ilmu -yang seharusnya dicari karena wajah Allah-, tapi ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kehormatan di dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mencium aroma surga.” HR Ahmad dari Abu Hurairah.

15. rca - Oktober 5, 2012

tolong saya belakangan ini saya punya feeling saya akan meninggal,dan saya sangat takut karena saya belum punya bekal cukup untuk menemui yang maha kuasa.Apalagi selama ini saya hanya memikirkan kenikmatan dunia.Dan saya sering lupa untuk sholat. Feeling akan meninggal itu membuat saya depresi setiap hari bahkan saya takut dimalam hari nyawa saya akan dicabut.Dan saya jadi tidak tenang dalam melakukan aktivitas apapun karena teringat saya akan meninggal.Namun karena hidayah ini saya jadi rajin sholat kembali.Tapi tetap setiap hari saya tidak bisa hidup tenang.
Apakah saya akan meninggal?
Tolong bantu saya…

16. rca - Oktober 5, 2012

dan apakah benar kata orang2 itu tanda2 orang sebelum meninggal?

17. rca - Oktober 5, 2012

tolong saya sangat butuh pencerahan,dan saya berharap umur saya masih panjang untuk mencari bekal didunia dan akhirat:D

18. rca - Oktober 5, 2012

dan saya baca di internet 100 hari sebelum meninggal orang tersebut nafasnya akan berat setiap malam hari,dia jadi tidak nafsu makan,dan sering melamun. itu yang erjadi pada saya.
benarkah itu tanda2 saya akan meninggal?

19. rumahbelajaribnuabbas - Oktober 5, 2012

Rasa takut yang menimpa anda adalah yang juga Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah memohonnya kepada Allah (“Ya, Allah, karuniai aku rasa takut kepada-Mu yang membuat aku menjauh dari berma’shiyat kepada-Mu…”) Bersyukurlah dengan hadirnya rasa takut itu, karena tidak semua orang memperolehnya.Satu bentuk perasaan yang karenanya seseorang -insya Allah- tak akan mengalamainya lagi di akhirat. Kemungkinan besar anda mengalami penyakit Al Wahn (terlalu cinta dunia dan takut mati) atau -ma’af,ya- hedonis, menganggap bahwa dunia adalah segala-galanya dan di akhirat tak ada kebahagiaan. Padahal ni’mat dunia tidak sebanding dengan ni’mat Surga. Adapun soal perasaan akan mati/meninggal, tak seorangpun tahu di mana dan bilamana ia akan mati (Luqman:34). Allahu A’lam bish-shawab. Berdo’a sajalah, semoga Allah mematikan kita di dalam akhir yang baik! Barakallahu fiik.

20. rca - Oktober 5, 2012

jadi sebenarnya tidak ada yang tahu kapan seseorang akan mati?jadi jika kita mempercayai artikel tentang 100 hari sebelum meninggal ,itu artikel hanya buatan manusia atau bagaimana?kita tidak boleh mempercayai itu kan?tolong jawab pertanyaan saya yang satu itu:D
iya saya sudah memulai kembali untuk selalu mengingat Allah SWT diatas segalagalanya.terima kasih atas kata2 yang membangun

21. rumahbelajaribnuabbas - Oktober 5, 2012

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- saja, sebagai Nabi, Rasul, dan kekasih Allah saja tidak tahu dan tidak pernah menyampaikan perkara (100 hari sebelum meninggal) ini. Ini adalah apa yang Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- sebutkan sebagai Mafatihul Ghaib (Kunci-kunci kegaiban) yang hanya Allah sajalah yang tahu. Mempercayai pendapat orang tentang perihal di atas terlarang dan merupakan satu kebodohan.

22. rca - Oktober 5, 2012

terima kasih ya telah menjawab semua yang saya tanyakan. tapi yang saya bingungkan setiap malam ketakutan itu menjadijadi dan membuat tengkuk saya berat.dan berat bernafas.
apa ya tipsnya untuk menghilangkan ketakutan ini?

23. rumahbelajaribnuabbas - Oktober 5, 2012

Ma’af, saya tidak tahu hubungan ketakutan tersebut dengan tengkuk dan nafas terasa berat. Yang ini urusan dokter, mungkin. Banyak berdzikir saja, terutama sebelum tidur, juga jangan lupa baca Al Qur’an.

24. Arysh brenkx (@Arysh_brenkx) - Oktober 6, 2012

rca@ saya juga merasakan hal yang sama dengan anda, saya mau bertanya bagaimana keadaan anda sekarang ? apakah ada perubahan ?

25. elih - Oktober 17, 2012

assalamualaikum……
subhanallah ,,, ternyata banyak saudara saudara kita yang punya penyakit takut mati…..kalau saya takut matinya karena ada pemicu seperti takut sama penyakit
jantung ,,,padahal saya tidak punya penyakit jantung saking takutnya timbulah sugesti yang indikasinya persis dengan penyakit jantung,,,
bahkan serasa nyawa saya sudah di tenggorokan …mohon pencerahanya apakah takut saya itu kufur ??

26. rumahbelajaribnuabbas - Oktober 17, 2012

Wa alaikumussalaam.
Selama rasa takut itu tidak mengganggu produktifitas, membuat kita kebih berhati-hati di dalam segala hal, membuat kita menjauh dari ma’shiyat kepada Allah, tidak menjadikan kita berburuk sangka kepada Allah, dan tidak membuat kita lupa akan besarnya Rahmat dan Rahiim Allah kepada hamba-hamba-Nya, maka yang demikian merupakan rasa takut yang perlu disyukuri. Allahu A’lam bish-shawab.

27. rca - Oktober 26, 2012

@Arysh brenkx iya semenjak saya lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dengan berdzikir saya sekarang sudah lebih tenang:Djadi menurut saya agar lebih tenang biasakan jangan bengong dan lakukan aktifitas agar tidak sering2 melamun
ohiya sekarang kamu udah ilangan belom rasa takutnya?

28. Arysh brenkx (@Arysh_brenkx) - November 3, 2012

@rca alhamdulillah udah agak mendingan setelah saya banyak mendekatkan diri sama Allah S.W.T, walaupun kadang-kadang masih ada juga perasaan itu datang .

29. intan fw - November 21, 2012

saya jga mengalami rsa takut akan mati ya allah saya takut sekali tapi sehabis sholay saya merasa sangat tenang

30. purdesorayarde soraya - Desember 6, 2012

saya sudah lama sekali menderita ini…dari segi ilmiah katanya takut mati ini adalah merupakan gejala awal depresi…tp anda sendiri yg tau keadaan diri sendiri…saya sendiri pada akhirnya memang mengalami 2 kali depresi….apabila sudah berat maka akan lebih baik untuk mencari bantuan ahli atau ustadz yang mampu membantu meringankan kondisi kejiwaan :) just share….

31. Anonymous - Desember 18, 2012

asalamualaikum,,akhir2ini saya juga mengalami hal2 yang temen2 alami takut mati,,,mungkin saya sangat cinta pada dunia,takut sendiri, dan takut sepi,,,,saya kira hanya saya saja yang mengalami ini,,,sampe saya terus browsing,,,dan alhamdullah saya membaca ini paling tidak saya tau bukan hanya saya saja yang mengalami ini setiap ingat dan takut ini ini datang saya hanya ingin cepat sholat dan memohon kepada NYA,,, krn saya ingin sekali membahagiakan orang tua saya,suami saya dlll,,, dan pada akhir nya saya membaca ini saya yakin ini pun karna ALLAH,,, terimaksaih,,,hanya sekedar share aja

32. Anonymous - Desember 19, 2012

Olah rasa takut menjadi hikmah yang positif…berdzikir..tingkatkan ibadah…bersosial …memberi jika kita sanggup apa yg bisa diberikan kepada orang lain

33. Yanuar - Januari 5, 2013

Asslamualaikm,
saya mau tanya gmn caranya menghadirkan takut kepada Allah?

34. Anonymous - Januari 13, 2013

rasa takut kepada allah tdk bisa di buat krn sebenar nya pst ada d dlm hati kita,,,contoh nya saat kita merasa dlm bahaya secara tdk sengaja sdar atauntdk sadar pst kita pun memohon kpd NYA…. rasa takut akan ALLAH ….kamu pst punya ..cuma ALLAH tmpt meminta memohon.berkelh kesah, mengadu,ya ALLAH ampuni hamba…. panjang kan umur hamba..suami hamba…sempatkan kami tuk bahagia kan org tua kami,,,sempat kan kami rasa kan kebahagian menjadi org tua yg sesunggh nya,,,,pnjng kan umur hamba dan suami hamba ya allah,,, beri kami kesehatan, keturunan,,rizkinyg banyak,aminnnn ettttt malah jd curhat,,,,hehehehehe maaf ya

35. rumahbelajaribnuabbas - Januari 13, 2013

Wa alaikumussalaam. Kepada Yanuar. 1. Pilih teman yang ta’at dan takut pada Allah, karena (keadaan) agama seseorang itu mengikuti (dipengaruhi) oleh agama temannya. 2. Kerjakan bermacam ketaatan kepada Allah, karena iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. 3. Berdoa, memohon kepada Allah dikaruniai rasa takut kepada-Nya, sebagaimana doa Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam, : Ya Allah. Karuniai kami rasa takut kepada-Mu
(اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ) HR: Tirmidzi.

36. sofik - Januari 15, 2013

terimakasih, ini sangat membantu,

37. rae - Januari 18, 2013

Assalamualaikum
Bagaimana jk depresi it menyebabkan saya jd malas melakukan apapun selain hanya ingin trus beribadah sbnyak2ny smpai2 sya , mlupakan kewajiban sbagai sorang ibu,

38. rae - Januari 18, 2013

Mohon pencerahan nya krna sya ingin hidup tenang n ibadah pun bsa d jln kn dgn tenang n khusyuk trmksi h

39. rumahbelajaribnuabbas - Januari 21, 2013

Wa alaikumussalaam. “Ketahuilah bahwa hanya dengan meningat Allah sajalah hati akan menjadi tenang.” (Ar-Ra’du:28) Ma’na mengingat Allah itu diantaranya, mengingat akan Kekuasaan-Nya, bersyukur atas ni’mat-Nya yang tiada terhingga, serta mena’ati-Nya.
Sayangnya, kita terkadang hanyut oleh satu masalah sehingga lupa akan sekian ni’mat Allah yang melimpah pada diri kita. Seandainya seseorang itu pandai bersyukur akan ni’mat Allah yang tiada terhingga itu, tentu ia tak akan mengalami depresi. Melupakan kewajiban sebagai ibu merupakan dosa, karena anak adalah amanah. Ketahuilah bahwa ketenangan jiwa itu seiring dengan iman. Makin kuat iman (-di antaranya beriman akan taqdir Allah-), makin tenang pulalah jiwa. Sedangkan iman itu akan bertambah jika kita mengerjakan keta’atan, sebaliknya akan berkurang jika kita mengerjakan kema’siyatan. Maka bagaimana ketenangan akan diraih jika sebab datangnya tidak kita tempuh.
Perlu pula diluruskan ma’na “tenang di dalam beribadah”. Bukanlah yang dimaksud “tenang” itu artinya kita bisa sholat atau dzikir sepuas-puasnya tanpa diganggu oleh kesibukan hati atau fisik karena sebab yang lain. Bukan, bukan itu. Itu namanya ketenagan ala meditasi. Padahal tidak ada meditasi di dalam Islam. Ketenangan beribadah yang hakiki (yang sebenarnya) artinya “tenangnya hati karena kita beribadah didasari ilmu dan keyakinan” (demikian di antara ma’na ayat.tda di dalam Tafsir Ibnu Katsir). Allahu-A’lam bish-shawab.

40. Habibi Jogja - Januari 22, 2013

Ketahuilah saudara-saudaraku, ada 3 hal yang dirahasikan Allah SWT dalam perkara kematian; pertama masalah waktu, kedua tempat dan ketiga masalah sebab dari kematian itu sendiri. Allah memang sengaja merahasiakan hal tersebut agar kita selalu ingat tentang akhir peran kita didunia. Dampak yang muncul dari rasa takut akan kematian ada dua, dampak positif dan negatif. rasa takut akan kematian akan berdampak positif ketika dengan perasaan takut tersebut kualitas dan kuantitas ibadah kita kepada Allah SWT semakin meningkat. sedangkan akan bersifat negatif ketika dengan perasaan takut mati itu kita semakin dilalaikan dengan menghabiskan sisa umur yang kita yakini hanya dengan berpesta foya. perasaan takut mati yang saudara2 rasakan itu hal positif, dan perlu diingat bahwa jangan terlalu sempit dalam mengartikan kata “beribadah”. Ibadah bukan hanya Sholat 5 waktu, puasa, zakat. Namun apapun yang kita niatkan LILLAHITA’ALA merupakan bentuk ibadah kita kepada Allah, semisal bekerja/mencari nafkah, menjadi istri/suami yang baik, menjadi ortu yang baik bagi anak2nya, belajar dan lain sebagainya. Ketika perasaan takut akan kematian itu muncul, lantas kita melupakan kewajiban kita didunia, itu juga meupakan suatu pengingkaran terhadap Allah. Ingatlah Pesan Rasulullah yang kurang lebih artinya “kerjakan urusan duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, dan kerjakanlah urusan akheratmu seolah-olah kamu mati besok”. Ingat, akherat adalah tujuan dan dunia adalah jembatannya. Jadi kedua-duanya haruslah seimbang.

41. abu zur'ah - Februari 4, 2013

Assalaamu’alaikum ustadz kami, semoga ALLAH memuliakan engkau. Subhaanallah, Lama tak bersua dengan beragam tulisanmu yang begitu indah, tak luput judulnya yg juga indah pula. Alhamdulillah, kerinduan itu telah redam dengan membacanya. Semoga ALLAH jalla sya’nuhu menjaga mu wahai ustadz kami. Jazaakallahu khairan (abu zur’ah al jakarti – perumahan ventura depok)

42. viddy - Februari 26, 2013

assalamualaikum wr.wb
pa ustadz saya juga pernah merasakan hal yg sama kayak temen2 diatas :)
takut akan mati,,tp ktika kita meyakinkan “kenapa harus takut?”
kadang hati saya tidak langsung bisa merubahnya,pda dasarnya saya takut karna byk sekli dosa yg saya perbuat
saya takut pisah saama suami tercinta saya
bagaimana menurut pandangan ustadz?

43. rumahbelajaribnuabbas - Februari 27, 2013

Wa alaikumussalaam.
Perbuatan dosa betul membuat kita diliputi rasa takut, sebagaimana yang anda akui dan rasakan sendiri. Obatnya, tobat kepada Allah (Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda’”Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang mau bertobat.” HR: ِAt-Tirmidzi) dan minta ma’af kepada orang (jika hal itu menyangkut orang lain yang dirugikan). Adapun takut kehilangan atau berpisah dengan orang yang dicintai itu manusiawi. Allahu A’lam bish-shawab.

44. Farida - Maret 20, 2013

Sip

45. andra - Maret 24, 2013

kenapa yah saya akhir2 ini slma pnykit maag lumayan kronis. perasaan takut mati,sering melamun,sulit tidur,dan perasaan saya seakan akan mau mati sekarang,stiap ada yg terasa sya kget apakah sya mau mati. gimna solusinya biar perasaan itu hilang?

46. andra - Maret 24, 2013

ayo dong kasih solusinya? apalagi kalo malem sulit tidur ketakutan takut mati perasaan gelisah.

47. muhammad fauzi - Maret 25, 2013

Assalamu’alaikum wr wb para saudaraku yang di cintai ALLAH SWT , nama saya muhammad fauzi atau biasa di panggil “oji” umur saya masih 18thn dan saya Remaja yang mengalami rasa takut yang sama seperti teman2 saya alami ini , saya takut akan “MATI” tapi semenjak saya merasakan takut yang amat dahsyat itu saya semakin dekat oleh ALLAH SWT , saya mau minta tolong ustadz , gimana cara ngilangin rasa takut itu , tapi saya jg takut kalau rasa takut ku hilang saya akan kembali nakal dan tidak dekat lagi oleh ALLAH SWT , tolong solusi nya , saya mohon , sampai saat ini saya masih sangat takut ….

48. andra - Maret 25, 2013

aduh kenapa setiap mau tidur saya takut mati. seakan akan mau mati besok,:( sya bnar2 takut .. jadi suka sulit tidur terbangun terus. :( gimana cara hilang perasaan itu? ditunggu yah

49. muhammad fauzi - Maret 26, 2013

tolong bantu kami menghilangkan rasa takut yg berlebihan ini pak ustadz. .

50. rumahbelajaribnuabbas - Maret 26, 2013

Kepada Andra dan Fauzi -semoga Allah menjaga kalian- .
Sudah cukup panjang lebar pembahasan “Takut”, begitu pula komentar-komentarnya. Saya rasa kalian perlu perhatikan baik-baik komen jawaban saya di komentar no 5. Itu sudah cukup. Allahu A’lam Bish-shawab.

51. Anonymous - April 3, 2013

saat ini saya jga merasakan hal yg sama rasanya sangat tidak nyaman terkadang sedang kumpul dengan keluarga pun rasa takut itu selalu hadir. Ada g dzikir khusus untuk memenangkan hati dan menjauhkan pikiran buruk

52. Anonymous - April 3, 2013

rasa takut akan mati ini membuat saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang islam tapi saya takut saya salah jalan

53. rth - April 4, 2013

sekarang gimana kabarnya? apa masih takut gmana klo kita kumpul and share bareng

54. Muhammad Fauzi - April 22, 2013

saya masih di bayang2i perasaan itu kk :(

55. Khalifa - April 27, 2013

Assalamualaikum wr. wb.
Pak ustad, saya sudah 3minggu merasakan ketakutan mati. Hari pertama merasakan ketakutan mati membuat saya mengenakan hijab, kemudian setelah seminggu saya ingin melepasnya, ketika saya ingin melepasnya saya justru tmbh takut mati. Akhirnya saya mengikhlaskan hijab saya tetapi rasa takut saya makin menjadi-jadi. Saya seperti orang bingung. Setiap hari saya merasa lemas, deg2an, kepala saya kosong rasanya dan setiap malam selalu menangis dan susah tdr melihat wajah ortu dan adik saya. Saya tdk tega meninggalkan mereka. Saya selalu bertanya kpn tmn2 dan ada yg blg itu firasat. Maka saya semakin takut. Sampai2 saya menghitungi 40hari tanda2 sebelum mati. Saya merasa hidup saya sebentar lg. Saya takut dikuburan sendiri. Saya selalu mengkhayalkan itu, tp disatu sisi saya mengharap bertemu Rasulullah apabila saya mati. Tp saya masih ingin membahagiakan ortu saya. Ortu saya pun jd ikut sedih dan kefikiran. Hal itu membuat saya makin sedih dan bingung. Kalau saya pendem takut saya stress, kalau saya ceritakan tapi membuat ortu khawatir dan saya merasa aneh sendiri.

56. Khalifa - April 27, 2013

Hr ini saya ingin ke kyai dgn ayah saya, dan kalo tdk hilang jg saya di suruh ke psikiater. Tetapi kl tdk hilang jg kata ayah saya hrs ke dokter mungkin jantung saya lemah makanya saya selalu lemas dan deg2an. Kadang saya jadikan takut ini nikmat tetapi ketakutan sbg tanda2 lbh kuat drpd nikmat itu. Saya bnr2 ketakutan sekali :( Mohon pendapat dan sarannya ya pak ustad. Terimakasih

57. rumahbelajaribnuabbas - April 27, 2013

Wa alaikumussalaam wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Coba, Khalifa baca baik-baik jawaban saya atas komen atau pertanyaan-pertanyaan pembaca. Insya Allah, sudah ada jawabnya di sana dan saya tidak perlu menulis ulang dari pertanyaan-pertanyaan yang pada hakekatnya hampir sama, rasa takut yang berlebihan dan tidak pada tempatnya. Semoga ketakutan kita akan mati itu wujud takutnya kita kepada Allah, sehingga yang demikian bisa menjauhkan kita dari berbuat maksiat.

58. Khalifa - April 27, 2013

Terimakasih pak ustad. Semoga dgn adanya takut ini saya semakin dekat dgn Allah. Wassalamualaikum wr. wb

59. rth - Mei 2, 2013

sekarang gmana kabarnya khalifa?
saya jg merasakan hal yg sama. dan sampai sekarang msh suka datang rasa takutnya

60. hasanal - Mei 5, 2013

Assalamualaikum wr.wb ustad..
Saya mengalami perasaan takut yang sangat hebat akan kematian.karena saya takut apa yg akan saya jawab kalau segala perbuatan saya selama ini dimintai pertanggungjawabkan oleh ALLAH SWT.karena saya sadar byk dosa ustad.bagaimana cara mengatasi rasa takut ini ustad.terima kasih ustad

61. niken - Mei 9, 2013

assalamu’alaikum wr.wb..sy ingn share saja,sy pun mglami perasaan takut akn kematian itu sdah lama,ttpi alhmdlillah Alloh mmbrkn pd sy suami yg slalu mensupport,menurut slh seorg ust yg sya kenal,perasaan tkt mati yg berlebihan sdh tdk shat lg,krn tkt itu sdh dcmpuri olh syaithn shgga mlh mmbuat org yg tkt tsb mlah smkn takt yg tdk jelas,mka sarn sya sering2lah membca ta’awudz,ayat kursi,surat an nash,al falaq,al ikhlas dn 3 ayat trakhr srt al baqarah smbl berdo’a kpd Allah agr dlndungi dr sgla bisikan syaithn yg menystkan..smg brmanfaat,wallahu a’lam..

62. Yin - Mei 11, 2013

Assalamualaikum ustadz, saya skarang sedang mengalami takut tabi’iy yg sangat, krn saya melaporkan seorang preman kelas kakap yg dilindungi aparat dan pejabat demi kepentingan mereka, hanya ditangkap sebentar sebagai sandiwara, sekarang mereka dan kelompok kegelapan mereka terus meneror saya, saya kalau malam tidak berani keluar rumah dan siang saya keluar kalau ada yg nemani pakai mobil buat mencari guru ilmu kebal dan tenaga dalam dan jg jimat2, betul atau salahkah tindakan saya? Krn sy minta perlindungan tokoh agamapun sepertinya mereka ogah.
Wassalam
ys

63. rumahbelajaribnuabbas - Mei 11, 2013

Wa alaikumussalaam wa rahmatullahi wa barakaatuh. “Bismillahi, laa yadhurru ma’asmihi syai’un fiil ardhi wa laa fiis samaa’. Wa huwas Samii’ul Aliim” (Dengan Nama Allah. Tidak ada satupun yang mampu mendatangkan mudharat [mara bahaya/kecelakaan] baik di bumi maupun di langit. Dan IA Maha Mendengar dan Mengetahui). Bacalah setiap pagi dan petang dzikir di atas, dan jangan mencari pertolongan kepada ilmu kebal (-Rasulullah saja tidak kebal-). Jangan-jangan saudara terjatuh kepada perbuatan syirik, sesuatu yang lebih berbahaya bagi keselamatan akhirat anda.

64. bambyna - Mei 12, 2013

teman2,saya juga merasakan takut mati sejak seminggu yang lalu, dan saya curiga hal ini disebabkan gangguan jin/syetan, ternyata benar. dua hari ini berturut-turut saya diruqyah dan hasilnya ketakutan saya hilang hampir seluruhnya. kadang ia menyergap,namun bisa saya atasi dengan dzikir dan perbanyak ibadah. mungkin teman2 merasa sedikit sinis, kok penyebabnya malah ke jin/syetan, tapi sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata, selalu membisiki hati kita.saya ajak teman2 tonton video ini: http://www.youtube.com/watch?v=2pNFqyVmy7k hingga selesai, insyaAllah tidak sia-sia.

65. bambyna - Mei 12, 2013

oya, lawan juga perasaan takut mati dengan fakta berikut: tidak ada manusia yang tahu kapan, dimana dan apa penyebab mati, jadi semua perasaan berdebar-debar, sesak nafas, dll yang kita takutkan, itu hanya reaksi fisik terhadap psikis, sama sekali bukan firasat. yang disebut firasat itu tidak ada, itu hanya mencocok-cocokkan saja antara satu hal dan hal yang lain, kadang ketemu tapi sering sekali salah kaprah. kembali ke fakta tadi: tidak ada yang tahu kapan, dimana dan apa penyebab mati, dan syukurlah kita tidak tahu kapan,karna jadinya tidak kepikiran.saya bilang sama diri saya sendiri,kalo manusia tidak ada yang tahu kapan matinya, ya jangan sok tahu merasa seolah-olah akan mati.besar kemungkinan rasa takut mati adalah rasa was-was yang dihembuskan syetan (surat An Nas)

66. bambyna - Mei 12, 2013

tanda-tanda akan mati justru bukan dada berdebar atau sesak nafas, Al Quran dan hadits cuma menyebut dua tanda:1. Terpejamnya mata: Rasulullah memasuki rumah Abu Salmah dan menutup mata Abu Salmah kemudian berkata, “Sesungguhnya roh itu apabila tertahan [maksudnya meninggal] maka ia diikuti oleh mata.”(hadits)
2. Bertautnya betis. Allah berfirman: Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan) (QS Al Qiyamah 75:29). Pedooman kita hanya Al Quran dan hadits dan semua yang diluarnya tidak boleh kita yakini kebenarannya.

67. bambyna - Mei 12, 2013

Rasulullah saja nggak tahu kapan beliau akan mati. disebut di Al Quran: tak seorangpun tahu di mana dan bilamana ia akan mati (Luqman:34) jadi saya mengingatkan diri sendiri, kamu tuh nggak tahu apa-apa diriku, jadi nggak usah dipikirin, buat apa kamu mikir yang nggak kamu tahu.

68. bambyna - Mei 12, 2013

demikian teman2 saya sharing begini bukan karna sok pintar tapi karna saya juga mengalami ketakutan yang sama, saya merasa senasib dengan teman2 dan ingin berbagi rasa, saling mendukung. ternyata, penyebab ketakutan itu adalah jin/syetan. marilah beruqyah, namun cari yang syar’i,jangan yang malah menjerumuskan.ciri ruqyah syar’i itu, sesuai tuntunan Rasulullah karna Rasul pun beruqyah.rekomendasi ruqyah syar’i : http://majalahghoib.weebly.com/konsultasi.html pengalaman saya sms langsung 2 menit kemudian dibalas, dan setelah saya konsultasi, ustadz langsung menawarkan 2 hari lagi datang ke kota saya. pelayanan yang sangat bagus,hanya karna suami belum sempat menemani, saya akhirnya ruqyah dengan ustadz di kota saya, alhamdulillah pelayanannya juga bagus.

69. bambyna - Mei 12, 2013

mohon maaf sebesar2nya sebelumnya buat rumah belajar ibnu abbas saya bukan mau promosi,tidak ada kepentingan apapun,tidak ada komersil, saya hanya merasa senasib dan ingin curhat, ingin supaya teman2 juga hilang takutnya seperti saya karna saya bersyukur sekali setelah ruqyah jadi semangat hidup meningkat dan tidak takut lagi. mohon maaf sekali lagi kalau tidak etis buat rumah belajar ibnu abbas….

70. rena - Mei 12, 2013

Assalamuallaikum ….
Alhamdulillah ternyata banyak yang mengalami hal yang sama yang saya alami . Rasa ketakutan yang berlehihan terhadap kematian
, terlebih lg karna saya blm menikah . To dengan ketakutan ini saya merasa banyak hikmah karena dengan ketakutan ini dlm setiap lngkah saya insyAllah selalu ada dzikir . Kepasrahan yang luar biasa dengan selalu berfikir apa yg saya lakukan adalah untuk bekal akhirat nanti . Semoga saudaraku sekalian mengalami hal yg saya alami jg . Karena hidup hanya mencari ridho Allah . Trimakasih
Wassalamuallaikum

71. Yin - Mei 12, 2013

Terima kasih ustadz

72. rumahbelajaribnuabbas - Mei 12, 2013

Kepada Bambyna, Jazaakumullahu khairan, telah berbagi.

73. Anonymous - Mei 13, 2013

bismillaah..
assalamu’alaikum warohmatullah..
‘afwan ustadz, boleh kah ana bertanya soal mimpi saya?

74. rumahbelajaribnuabbas - Mei 13, 2013

Wa alaikumussalaam. Mohon ma’af, saya tidak mampu menafsir mimpi.

75. ratih - Mei 14, 2013

assalamu’alaikum wr wb
pa gimana y caranya supaya hati, lisan dan perbuatan saya bisa sejalan dalam beribadah kepada Allah swt. agar saya menjadi tenang karena saya juga sedang merasakan rasa takut yang berlebih sama seperti yang lainnya

76. Umy - Mei 14, 2013

Assalamualaikum wr.wb akhir2 ne saya ketakutan axn mati,seolah olah sebentar lagi sy mati rasa it sangat mencekam di tambah akhir2 ne saya sering mimpi buruk.apakah ini sebuah firasat,,atau cm sekedar ketakutan saya,saya sangat stres merasakny tolong bantu saya

77. rumahbelajaribnuabbas - Mei 15, 2013

Wa alaikumussalaam.
Kepada Ratih, lihat jawaban saya di komen no:35 dan 39. Mudah-mudahan mencukupi.
Dan kepada Umy, Lihat jawaban saya di no: 19 dan 21. Mudah=mudahan mencukupi.

78. ummu asysyifa - Mei 15, 2013

‘afwan ustadz, adakah telp rumah belajar ibnu abbas?

79. rumahbelajaribnuabbas - Mei 15, 2013

08128432051 atau 081385637967

80. uni - Mei 16, 2013

Saya juga merasakan yg sama seperti teman2, tdk konsentrasi dlm belajar dan takut kemana2. Saya lebih dekatkan diri ke Allah, pasrah dan saya coba ke psikiater, dapet obat untuk penenang, usahakan jgn sendiri, saya sudah 1 minggu mengalami gangguan ini. Entah sampai kapan?
Tapi saya yakin, ALLAH sayang sm saya, mungkin ini cara DIA untuk mengingatkan kita. Terima kasih untuk teman2 yg sudah share, sya mersa lebih tenang, yg share di atas2, tolong kabarin kabar kalian.

81. ummu asysyifa - Mei 18, 2013

syukron wa jazaakallahu khoiron ustadz..

82. bambyna - Mei 19, 2013

anonymous no. 73, hadits riwayat abu hurairah Rasulullah bersabda, “mimpi ada tiga, mimpi yang baik dan merupakan kabar gembira dari Allh, mimpi yang menyedihkan yag datangnya dari syetan, dan mimpi akan diri orang itu sendiri. apabila seorang dari kalian melihat sesuatu dalam mimpinya sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaknya ia terbangun dan shalat serta tidak membicarakannya dengan orang lain” riwayat bukhari juga berisi nasihat tidak membicarakan mimpi buruk dan jangan khawatir karena “…sesungguhnya mimpi itu tidak akan membahayakannya”

83. bambyna - Mei 19, 2013

anonymous no 73, semua mimpi buruk berasal dari gangguan syetan. sering berisi tentang hal-hal seram, binatang2 seperti ular, dll, dikejar2, atau mimpi jatuh dari ketinggian, pokoknya yang seram2. itu semua upaya syetan untuk mengganggu manusia agar ketakutan dan lalai beribadah. namun seperti kata hadits nabi, mimpi itu tidak akan membahayakan jadi tidak usah khawatir. berlindunglah kepada Allah.adapun mimpi2 yang lainnya, tidak usah menafsirkannya karna tidak pada tempatnya bagi diri kita menafsirkan mimpi. hanya orang2 tertentu seperti nabi Yusuf dll yang diberi kelebihan tsb, dan jangan mendatangi dukun minta ditafsirkan karna dukun sama tidak tahunya dengan kita.

84. bambyna - Mei 19, 2013

umy no. 76, besar kemungkinan anda terkena gangguan jin, gejalanya memang salah satunya cemas, was-was, takut, perasaanseolah ingin mati, mimpi buruk, nah saran saya beruqyah lah.insyAllah lebih tenang. saya sudah membuktikan.

85. Rth - Mei 19, 2013

hAssalamualaikum
Maaf ustadz ruqyah yang syar i yang gimana Yah pa dan caranya bagaimana

86. irf - Mei 20, 2013

Assalamualaikum wr wb
Kalo didaerh sumsel, dmna ya dtmpat ruqyah yang bgus,akhr2 ni sya jg mngalami ktakutan sprti itu..

87. bambyna - Mei 22, 2013

rth no 85, ruqyah syar’i hanya menggunakan Al Quran sebagai metode ruqyah. tidak pakai sembelih binatang ini itu, atau memindahkan jin ke binatang, atau bacaan2 yang bukan Al Quran, yang mana hal tersebut justru syirik dan merupakan dosa besar. kita bisa ruqyah diri sendiri, tapi pada kasus yang lebih berat kita butuh bantuan peruqyah. ayat2 yang disarankan dibaca untuk menjauhkan gangguan syaitan/jin: Al Baqarah, AL Fatihah, Al Ikhlas, An Nas, Al FAlaq, Ayat Kursi, dll.
untuk info lebih lanjut tentang ruqyah syar i saya rekomendasikan googling tim ruqyah majalah ghoib. insyAllah pelayanannya memuaskan, saya sudah buktikan,afwan, bukan promosi. hanya tidak ingin teman2 terjebak ruqyah sesat.

88. bambyna - Mei 22, 2013

irf no. 86, saya rekomendasikan googling tim ruqyah majalah ghoib, cari/tanya tim ruqyah yang berada di kota anda, kalo tidak ada, sms aja, pengalaman saya sms, anggota tim nya mau datang ke kota saya(8 jam dari jakarta), mungkin beliau bisa mengusahakan datang ke kota anda, insyAllah.

89. resisto - Mei 23, 2013

Saya pernah baca tanda2 penyakit gangguan cemas dan salah satunya takut mati, itu karena adanya ketidakseimbangan nutrisi di otak, CMIIW, mungkin bisa konsultasi ke dokter, trims

90. resisto - Mei 23, 2013
91. viddy - Mei 23, 2013

Pa ustadz,musrik kah kita kalau percaya dengan arti kedutan? Sedangkan saya baca di artikel katanya kalo kedutan seluruh kepala itu tanda ajal sudah dekat,dan kalau kedutan dikepala bagian blakang tandanya tidak bs bertemu ashar esok harinya? Saya bangun pagi tadi berasa kedutan dibagian kepala blakang,,apa ªϑª hadis nya pa ustad? Bisa tolong dijelaskan?

92. ummu asysyifa - Mei 23, 2013

khauf minallah ta’alaa..
sudahkah kita melakukannya?
penerbit :pustaka ibnu katsir
Muhammad Syauman bin Ahmad ar-Ramli

93. ahmad - Mei 26, 2013

Assalamualaikum wr. wb.

Begini pak, saya sudah dari kecil mengalami rasa khawatir yg berlebihan. Beberapa bulan yg lalu saya divonis kena psikosomatik. Saya selalu merasa gelisah akan kematian. Jika saya mengalami hal-hal yang baik saya malah berfikir saya akan mati.
Pernah suatu hari saya sangat ketakutan akan mati gara-gara membaca tanda-tanda kematian diinternet. Dan saat itu juga saya merasa saya akan segera mati. Saya jadi tak mempunyai semangat hidup, lemas, dan malas.

Tolong pak, beri saran bagi saya. Saya juga sudah ke psikiater, tetapi akhir-akhir ini kambuh lagi. Terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

94. aulia - Mei 26, 2013

assalamualaikum. pak ustadz, saya juga mengalami hal yg mirip teman2 diatas, ketakutan sperti itu. apakah benar itu hanya gangguan dari syaitan? dan utk teman2 yang pernah merasakan ketakutan akan kematian seperti itu bagaimana kabarnya sekarang? bisakah berbagi tips utk melewati fase ketakutan sperti itu? trims

95. ahmad - Mei 26, 2013

Aulia :: Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri ” Apapun yang terjadi, itu yang terbaik bagi saya ” kadang berhasil, kadang juga tidak.

96. ahmad - Mei 26, 2013

Assalamualaikum wr. wb.

Begini pak, saya sudah dari kecil mengalami rasa khawatir yg berlebihan. Beberapa bulan yg lalu saya divonis kena psikosomatik. Saya selalu merasa gelisah akan kematian.Jika saya mengalami hal-hal yang baik saya malah berfikir saya akan mati.

Pernah suatu hari saya sangat ketakutan akan mati gara-garamembaca tanda-tanda kematian diinternet. Dan saat itu juga saya merasa saya akansegera mati. Saya jadi tak mempunyai semangat hidup, lemas, dan malas.

Tolong pak, beri saran bagi saya. Saya juga sudah ke psikiater, tetapi akhir-akhir ini kambuh lagi. Terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

97. rumahbelajaribnuabbas - Mei 27, 2013

Wa alaikumussalaam. wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Kepada Pak Ahmad dan kawan-kawan yang mengalami masalah yang sama (perasaan takut akan mati yang menimbulkan kegelisahan atau kecemasan)

Sebenarnya artikel saya di atas berbicara tentang takut di dalam perkara aqiedah, yakni sebentuk perasaan yang bisa bersifat tabi’at dan bisa bersifat ibadat. Namun komen-komen yang muncul kemudian lebih banyak berbicara tentang perkara kejiwaan. Inti persoalannya tidak berbeda, meski contoh-contoh yang disampaikan beragam. Dan sebagiannya bersumber juga dari perkara aqiedah.

Mohon maaf bahwa saya tidak bisa menjawab lebih jauh dan memuaskan selain yang sudah saya tuliskan di komen no 5, 19, 21, 35, dan 39. Cobalah baca kembali baik-baik dan renungkan, mudah-mudahan mencukupi. Di samping itu, coba juga anda baca beberapa komen lain dari kawan-kawan yang telah berhasil mengatasi masalah tersebut, bahkan ada yang ikut memberikan solusi (di antaranya , bambyna).

Terakhir, coba renungkan firman Allah yang termaktub di dalam Surah Al An’am: 162-163 yang juga biasa kita baca di dalam do’a Iftitah sholat, Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya didasari dengan keikhlasan, patuh kepada-Nya dengan berbagai bentuk keta’atan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.

98. ahmad - Mei 29, 2013

Terima kasih atas jawabannya pak.

Menurut bapak, apakah saya perlu diRuqyah? Kata ayah saya 10% yg didapat dari Ruqyah dan 90% kesembuhan diri sendiri. Saya sudah disuruh meminum air yg sudah dibacakan doa. Saya juga disuruh membaca Al Fatihah 3x dan Shalawat Nabi. Tetapi pada saat itu, saya merasa badan sayang panas, punggung saya seperti tertarik keatas, tetapi anehnya saya seperti ingin tertawa. Dan setiap sholat atau mengaji badan saya panas, nafas saya pendek dan juga rasa ingin pergi. Apakah memang ada jin didalam diri saya? Mohon penjelasannya.

99. rumahbelajaribnuabbas - Mei 29, 2013

Bismillah.
Kemungkinan besar anda harus diruqiyah. Tetapi hendaknya anda meruqiyah diri anda sendiri, bukan diruqiyah oleh orang lain. Sebab anda masih sadar dan mampu membaca Al Qur’an. Orang yang minta diruqiyah oleh orang lain dalam keadaan dirinya masih sadar dan mampu melakukannya sendiri akan kehilangan kesempatan untuk dapat masuk surga tanpa hisab, sebagaimana di dalam hadits Imran bin Hushain yang diriwayatkan Ahmad :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ قَالَ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هُمْ الَّذِينَ لَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
( Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh puluh ribu dari ummatku akan masuk surga tanpa hisab dan azab, mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan kay, tidak minta diruqyah, tidak bertathayyur dan hanya kepada Rabbnya mereka bertawakal.”)
Adapun caranya, anda bisa melihat/belajar dari link yang diberikan oleh bambyna (lihat komen no:64).

100. Rth - Juni 14, 2013

Assalamuallaikum wr wb
Pa saya mau tanya dari manakah datangnya firasat butuk serta pikiran22 buruk yang membuat saya was was dan timbul rasa takut mati


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 186 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: