<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk rumah belajar Ibnu Abbas</title>
	<atom:link href="http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com</link>
	<description>Pendidikan, Anak, dan Risalah Islam</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Jun 2013 02:42:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Nasihat Perkawinan untuk Putriku&#8221; oleh Andy gara</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/4jendela-anak/nasihat-perkawinan-untuk-putriku/#comment-1067</link>
		<dc:creator><![CDATA[Andy gara]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 02:42:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=231#comment-1067</guid>
		<description><![CDATA[Sukr0n,.. Sbuah nashat yg indh]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sukr0n,.. Sbuah nashat yg indh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Kenapa Harus Takut?&#8221; oleh Rth</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/5jendela-risalah/kenapa-harus-takut/#comment-1066</link>
		<dc:creator><![CDATA[Rth]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 00:24:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=327#comment-1066</guid>
		<description><![CDATA[Assalamuallaikum wr wb
Pa saya mau tanya dari manakah datangnya firasat butuk serta pikiran22 buruk yang membuat saya was was dan timbul rasa takut mati]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamuallaikum wr wb<br />
Pa saya mau tanya dari manakah datangnya firasat butuk serta pikiran22 buruk yang membuat saya was was dan timbul rasa takut mati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sekolah atau Lingkungan Belajar? oleh tres.litbang@gmail.com</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/2012/06/21/sekolah-atau-lingkungan-belajar-4/#comment-1064</link>
		<dc:creator><![CDATA[tres.litbang@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 07:47:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?p=481#comment-1064</guid>
		<description><![CDATA[Subkhaanallahu, sebuah pemikiran yang luar biasa. Berbicara soal pendidikan maka ada beberapa pilar yang mestinya berperan besar, yaitu pemerintah (sebagai regulator), sekolah (guru), dan  masyarakat (orang tua murid).Diakui bahwa pemerintah sudah berupaya sedemikian untuk memajukan anak bangsa ini bahkan negara telah mengalokasikan anggaran yang luar biasa 20% dari APBN. Tahun anggaran 2013 ini saja tidak kurang dari  Rp.331,8 trilyun disediakan untuk sektor pendidikan.
&quot;Bola panas&quot; berada di tangan Pemerintah  artinya sebagai regulator semestinya  uang yang amat besar  tersebut bisa digunakan secara benar untuk perbaikan  pendidikan. Pilar kedua adalah pendidik &quot;guru&quot;  harus bertanggungjawab atas keberhasilan anak didiknya. Guru harus &quot;dekat&quot;  dengan anak didik dan keluarganya. Hal ini penting karena permasalahan yang dialami oleh anak kadang tidak terdeteksi oleh orang tuanya, akan tetapi dengan  kepiawaian sang guru akhirnya masalah tersebut bisa diuangkap. Saya masih &quot;berpositif thingking&quot; sudah banyak guru yang melakukan masalah ini. Pilar yang sangat penting adalah  orang tua. Orang tua  mestinya sadar akan peran dan fungsinya. Banyak orang tua yang memahami bahwa &quot;yang penting anak saya sudah saya sekolahkan dan sudah saya cukupi/sudah saya fasilitasi semuanya.
Permasalahannya adalah bagaimana ketiga pilar tersebut secara bersama-sama membangun kesadaran yang sama.
Dengan konsep sekolahan seperti saat ini memang diakui bahwa terutama di daerah-daerah terpencil banyak ditemui kendala. Tidak jarang disuatu tempat dibangun sekolahan akan tetapi muridnya kurang karena faktor demografi. Nah konsep yang cocok mestinya adalah konsep sebagaimana disampaikan oleh  Abu Khaulah Zainal Abidin.
Semoga ke depan masing-masing kita menyadari akan fungsi dan peran kita masing-masing, dan masyarakat Indonesia akan menjadi masyarakat belajar.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subkhaanallahu, sebuah pemikiran yang luar biasa. Berbicara soal pendidikan maka ada beberapa pilar yang mestinya berperan besar, yaitu pemerintah (sebagai regulator), sekolah (guru), dan  masyarakat (orang tua murid).Diakui bahwa pemerintah sudah berupaya sedemikian untuk memajukan anak bangsa ini bahkan negara telah mengalokasikan anggaran yang luar biasa 20% dari APBN. Tahun anggaran 2013 ini saja tidak kurang dari  Rp.331,8 trilyun disediakan untuk sektor pendidikan.<br />
&#8220;Bola panas&#8221; berada di tangan Pemerintah  artinya sebagai regulator semestinya  uang yang amat besar  tersebut bisa digunakan secara benar untuk perbaikan  pendidikan. Pilar kedua adalah pendidik &#8220;guru&#8221;  harus bertanggungjawab atas keberhasilan anak didiknya. Guru harus &#8220;dekat&#8221;  dengan anak didik dan keluarganya. Hal ini penting karena permasalahan yang dialami oleh anak kadang tidak terdeteksi oleh orang tuanya, akan tetapi dengan  kepiawaian sang guru akhirnya masalah tersebut bisa diuangkap. Saya masih &#8220;berpositif thingking&#8221; sudah banyak guru yang melakukan masalah ini. Pilar yang sangat penting adalah  orang tua. Orang tua  mestinya sadar akan peran dan fungsinya. Banyak orang tua yang memahami bahwa &#8220;yang penting anak saya sudah saya sekolahkan dan sudah saya cukupi/sudah saya fasilitasi semuanya.<br />
Permasalahannya adalah bagaimana ketiga pilar tersebut secara bersama-sama membangun kesadaran yang sama.<br />
Dengan konsep sekolahan seperti saat ini memang diakui bahwa terutama di daerah-daerah terpencil banyak ditemui kendala. Tidak jarang disuatu tempat dibangun sekolahan akan tetapi muridnya kurang karena faktor demografi. Nah konsep yang cocok mestinya adalah konsep sebagaimana disampaikan oleh  Abu Khaulah Zainal Abidin.<br />
Semoga ke depan masing-masing kita menyadari akan fungsi dan peran kita masing-masing, dan masyarakat Indonesia akan menjadi masyarakat belajar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Cintakah ALLAH kepadaku?&#8221; oleh Wira Saputra</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/5jendela-risalah/cintakah-allah-kepadaku/#comment-1063</link>
		<dc:creator><![CDATA[Wira Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2013 06:51:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=316#comment-1063</guid>
		<description><![CDATA[aku suka ini ... izin share kawan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku suka ini &#8230; izin share kawan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Kenapa Harus Takut?&#8221; oleh rumahbelajaribnuabbas</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/5jendela-risalah/kenapa-harus-takut/#comment-1036</link>
		<dc:creator><![CDATA[rumahbelajaribnuabbas]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2013 09:15:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=327#comment-1036</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah. 
Kemungkinan besar anda harus diruqiyah. Tetapi hendaknya anda meruqiyah diri anda sendiri, bukan diruqiyah oleh orang lain. Sebab anda masih sadar dan mampu membaca Al Qur&#039;an. Orang yang minta diruqiyah oleh orang lain dalam keadaan dirinya masih sadar dan mampu melakukannya sendiri akan kehilangan kesempatan untuk dapat masuk surga tanpa hisab, sebagaimana di dalam hadits Imran bin Hushain yang diriwayatkan Ahmad :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ قَالَ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هُمْ الَّذِينَ لَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
( Bahwa Nabi shallallahu &#039;alaihi wasallam bersabda: &quot;Tujuh puluh ribu dari ummatku akan masuk surga tanpa hisab dan azab, mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan kay, tidak minta diruqyah, tidak bertathayyur dan hanya kepada Rabbnya mereka bertawakal.&quot;)
Adapun caranya, anda bisa melihat/belajar dari link yang diberikan oleh bambyna (lihat komen no:64).]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah.<br />
Kemungkinan besar anda harus diruqiyah. Tetapi hendaknya anda meruqiyah diri anda sendiri, bukan diruqiyah oleh orang lain. Sebab anda masih sadar dan mampu membaca Al Qur&#8217;an. Orang yang minta diruqiyah oleh orang lain dalam keadaan dirinya masih sadar dan mampu melakukannya sendiri akan kehilangan kesempatan untuk dapat masuk surga tanpa hisab, sebagaimana di dalam hadits Imran bin Hushain yang diriwayatkan Ahmad :<br />
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ قَالَ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هُمْ الَّذِينَ لَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ<br />
( Bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Tujuh puluh ribu dari ummatku akan masuk surga tanpa hisab dan azab, mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan kay, tidak minta diruqyah, tidak bertathayyur dan hanya kepada Rabbnya mereka bertawakal.&#8221;)<br />
Adapun caranya, anda bisa melihat/belajar dari link yang diberikan oleh bambyna (lihat komen no:64).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Kenapa Harus Takut?&#8221; oleh ahmad</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/5jendela-risalah/kenapa-harus-takut/#comment-1035</link>
		<dc:creator><![CDATA[ahmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2013 07:22:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=327#comment-1035</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih atas jawabannya pak.

Menurut bapak, apakah saya perlu diRuqyah? Kata ayah saya 10% yg didapat dari Ruqyah dan 90% kesembuhan diri sendiri. Saya sudah disuruh meminum air yg sudah dibacakan doa. Saya juga disuruh membaca Al Fatihah 3x dan Shalawat Nabi. Tetapi pada saat itu, saya merasa badan sayang panas, punggung saya seperti tertarik keatas, tetapi anehnya saya seperti ingin tertawa. Dan setiap sholat atau mengaji badan saya panas, nafas saya pendek dan juga rasa ingin pergi. Apakah memang ada jin didalam diri saya? Mohon penjelasannya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas jawabannya pak.</p>
<p>Menurut bapak, apakah saya perlu diRuqyah? Kata ayah saya 10% yg didapat dari Ruqyah dan 90% kesembuhan diri sendiri. Saya sudah disuruh meminum air yg sudah dibacakan doa. Saya juga disuruh membaca Al Fatihah 3x dan Shalawat Nabi. Tetapi pada saat itu, saya merasa badan sayang panas, punggung saya seperti tertarik keatas, tetapi anehnya saya seperti ingin tertawa. Dan setiap sholat atau mengaji badan saya panas, nafas saya pendek dan juga rasa ingin pergi. Apakah memang ada jin didalam diri saya? Mohon penjelasannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Kenapa Harus Takut?&#8221; oleh rumahbelajaribnuabbas</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/5jendela-risalah/kenapa-harus-takut/#comment-1032</link>
		<dc:creator><![CDATA[rumahbelajaribnuabbas]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2013 23:46:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=327#comment-1032</guid>
		<description><![CDATA[Wa alaikumussalaam. wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Kepada Pak Ahmad dan kawan-kawan yang mengalami masalah yang sama (perasaan takut akan mati yang menimbulkan kegelisahan atau kecemasan)

Sebenarnya artikel saya di atas berbicara tentang takut di dalam perkara aqiedah, yakni sebentuk perasaan yang bisa bersifat tabi&#039;at dan bisa bersifat ibadat. Namun komen-komen yang muncul kemudian lebih banyak berbicara tentang perkara kejiwaan. Inti persoalannya tidak berbeda, meski contoh-contoh yang disampaikan beragam. Dan sebagiannya bersumber juga dari perkara aqiedah.

Mohon maaf bahwa saya tidak bisa menjawab lebih jauh dan memuaskan selain yang sudah saya tuliskan di komen no 5, 19, 21, 35, dan 39. Cobalah baca kembali baik-baik dan renungkan, mudah-mudahan mencukupi.  Di samping itu, coba juga anda baca beberapa komen lain dari kawan-kawan yang telah berhasil mengatasi masalah tersebut, bahkan ada yang ikut memberikan solusi (di antaranya , bambyna).

Terakhir, coba renungkan firman Allah yang termaktub di dalam Surah Al An&#039;am: 162-163 yang juga biasa kita baca di dalam do&#039;a Iftitah sholat, Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya didasari dengan keikhlasan, patuh kepada-Nya dengan berbagai bentuk keta&#039;atan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa alaikumussalaam. wa rahmatullahi wa barakaatuh.</p>
<p>Kepada Pak Ahmad dan kawan-kawan yang mengalami masalah yang sama (perasaan takut akan mati yang menimbulkan kegelisahan atau kecemasan)</p>
<p>Sebenarnya artikel saya di atas berbicara tentang takut di dalam perkara aqiedah, yakni sebentuk perasaan yang bisa bersifat tabi&#8217;at dan bisa bersifat ibadat. Namun komen-komen yang muncul kemudian lebih banyak berbicara tentang perkara kejiwaan. Inti persoalannya tidak berbeda, meski contoh-contoh yang disampaikan beragam. Dan sebagiannya bersumber juga dari perkara aqiedah.</p>
<p>Mohon maaf bahwa saya tidak bisa menjawab lebih jauh dan memuaskan selain yang sudah saya tuliskan di komen no 5, 19, 21, 35, dan 39. Cobalah baca kembali baik-baik dan renungkan, mudah-mudahan mencukupi.  Di samping itu, coba juga anda baca beberapa komen lain dari kawan-kawan yang telah berhasil mengatasi masalah tersebut, bahkan ada yang ikut memberikan solusi (di antaranya , bambyna).</p>
<p>Terakhir, coba renungkan firman Allah yang termaktub di dalam Surah Al An&#8217;am: 162-163 yang juga biasa kita baca di dalam do&#8217;a Iftitah sholat, Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya didasari dengan keikhlasan, patuh kepada-Nya dengan berbagai bentuk keta&#8217;atan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Kenapa Harus Takut?&#8221; oleh ahmad</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/5jendela-risalah/kenapa-harus-takut/#comment-1031</link>
		<dc:creator><![CDATA[ahmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2013 23:02:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=327#comment-1031</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wr. wb.

Begini pak, saya sudah dari kecil mengalami rasa khawatir yg berlebihan. Beberapa bulan yg lalu saya divonis kena psikosomatik. Saya selalu merasa gelisah akan kematian.Jika saya mengalami hal-hal yang baik saya malah berfikir saya akan mati.

Pernah suatu hari saya sangat ketakutan akan mati gara-garamembaca tanda-tanda kematian diinternet. Dan saat itu juga saya merasa saya akansegera mati. Saya jadi tak mempunyai semangat hidup, lemas, dan malas.

Tolong pak, beri saran bagi saya. Saya juga sudah ke psikiater, tetapi akhir-akhir ini kambuh lagi. Terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr. wb.</p>
<p>Begini pak, saya sudah dari kecil mengalami rasa khawatir yg berlebihan. Beberapa bulan yg lalu saya divonis kena psikosomatik. Saya selalu merasa gelisah akan kematian.Jika saya mengalami hal-hal yang baik saya malah berfikir saya akan mati.</p>
<p>Pernah suatu hari saya sangat ketakutan akan mati gara-garamembaca tanda-tanda kematian diinternet. Dan saat itu juga saya merasa saya akansegera mati. Saya jadi tak mempunyai semangat hidup, lemas, dan malas.</p>
<p>Tolong pak, beri saran bagi saya. Saya juga sudah ke psikiater, tetapi akhir-akhir ini kambuh lagi. Terima kasih.</p>
<p>Wassalamualaikum wr. wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Kenapa Harus Takut?&#8221; oleh ahmad</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/5jendela-risalah/kenapa-harus-takut/#comment-1030</link>
		<dc:creator><![CDATA[ahmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2013 10:11:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=327#comment-1030</guid>
		<description><![CDATA[Aulia :: Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri &quot; Apapun yang terjadi, itu yang terbaik bagi saya &quot; kadang berhasil, kadang juga tidak.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aulia :: Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri &#8221; Apapun yang terjadi, itu yang terbaik bagi saya &#8221; kadang berhasil, kadang juga tidak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Kenapa Harus Takut?&#8221; oleh aulia</title>
		<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/5jendela-risalah/kenapa-harus-takut/#comment-1029</link>
		<dc:creator><![CDATA[aulia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2013 10:06:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/?page_id=327#comment-1029</guid>
		<description><![CDATA[assalamualaikum. pak ustadz, saya juga mengalami hal yg mirip teman2 diatas, ketakutan sperti itu. apakah benar itu hanya gangguan dari syaitan? dan utk teman2 yang pernah merasakan ketakutan akan kematian seperti itu bagaimana kabarnya sekarang? bisakah berbagi tips utk melewati fase ketakutan sperti itu? trims]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum. pak ustadz, saya juga mengalami hal yg mirip teman2 diatas, ketakutan sperti itu. apakah benar itu hanya gangguan dari syaitan? dan utk teman2 yang pernah merasakan ketakutan akan kematian seperti itu bagaimana kabarnya sekarang? bisakah berbagi tips utk melewati fase ketakutan sperti itu? trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
