jump to navigation

Peluang itu Datang Lagi !!! Agustus 26, 2008

Posted by rumahbelajaribnuabbas in Risalah.
Tags: ,
7 comments

Abu Khaulah Zainal Abidin

Hari ini terlalu banyak yang telah berubah dan menjadi baik. Orang-orang yang semula kukenal tak pernah sholat, kini tak pernah tertinggal berjama’ah di masjid. Temanku yang dulu masih terbata-bata membaca Al Qur’an, sekarang sudah hafal beberapa juz. Juga tidak sedikit aku temui perempuan yang semula berpakaian seronok, kini bahkan nyamukpun tak menemukan sedikit celah untuk bisa mendarat di kulitnya. Subhaanallah, banyak sekali yang telah berubah…, kecuali diriku.

Hari ini tak sedikit orang yang kukenal baik telah pergi, meninggalkan alam dunia, meninggalkan aku… -yang juga belum berubah-. Dan hari ini kembali ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa mempertemukan aku dengan bulan Ramadhan. Artinya, sekali lagi ALLAH, mungkin yang terakhir kali, memberikan aku kesempatan, memberikan aku peluang (lebih…)

Iklan

” Dikemanakan Hadits-Hadits ini?” Agustus 13, 2008

Posted by rumahbelajaribnuabbas in Risalah.
Tags: , , , , , , ,
3 comments

Abu Khaulah Zainal Abidin

Sungguh tak ada manusia di muka bumi ini yang lebih sayang kepada orang beriman selain Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Penderitaan orang-orang beriman adalah penderitaannya. Bahkan kesusahan orang-orang beriman ia rasakan lebih perih, seakan ia pusat saraf paling peka dari sebuah tubuh.

Tak ada manusia di muka bumi ini yang lebih bersungguh-sungguh ingin memberikan petunjuk dan bimbingan serta ingin memberikan jalan keluar terbaik bagi orang-orang beriman, selain Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Keselamatan dan kebahagiaan orang-orang beriman adalah kebahagiaannya.

Tak ada manusia di muka bumi ini yang lebih sayang dan tulus kepada orang-orang beriman selain Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Apa yang ia beri tak pernah ia harap kembali. Dialah yang tak pernah menjual nasihat demi sekedar mereguk ni’mat, syahwat atau pangkat, juga tidak pernah gila hormat. (lebih…)

“Ketika Kebenaran Didustakan dan Kedustaan Dibenarkan” Juni 17, 2008

Posted by rumahbelajaribnuabbas in Risalah.
Tags: , , ,
6 comments

Abu Khaulah Zainal Abidin

Di antara sebab murkanya ALLAH kepada bangsa Yahudi, adalah karena mereka mendustakan nabi-nabi yang diutus. Padahal tidaklah ALLAH memilih utusan-utusan-Nya, kecuali dari orang-orang terbaik di kalangan dan pada zamannya. Tentu saja, karena ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa mengutus mereka dalam rangka mengajak manusia beribadah hanya kepada ALLAH dan meninggalkan kesyirikan. Mereka dipilih untuk . diterima, dicintai, diutamakan, serta diteladani. Mereka diutus untuk didengar, dipercaya dibenarkan, kemudian dita’ati dan diikuti.

Adapun Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, sebagai rasul akhir zaman dan penutup para nabi, tentu saja memiliki keistimewaan tersendiri. Beliau diutus untuk segenap manusia yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak mengutus lagi seseorang setelah dia, baik nabi, apalagi rasul. Yang tak ada alasan bagi orang Yahudi maupun Nashara untuk bertahan di dalam agama mereka, yang tidak ada balasan bagi mereka yang menolak ajakan Beliau Shallallahu alaihi wa sallam kecuali dijebloskan ke dalam neraka. (lebih…)

“Yang Penting Niat!” Cukupkah Itu ? Maret 22, 2008

Posted by rumahbelajaribnuabbas in Risalah.
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,
2 comments

Abu Khaulah Zainal Abidin

عن أميرالمؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرىء ما نوى، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله. ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها، أو امرأة ينكحها، فهجرته إلى ما هاجر إليه”.(رواه البخاري و مسلم)

(Dari Amirul’Mu’minin Abi Hafsh Umar ibn Al Khaththaab radhiallahu anhu , berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu bergantung kepada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA, maka hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepadanya.”) (HR: Bukhari-Muslim)

Hadits di atas begitu popular di kalangan kaum muslimin. Sering sekali kita mendengar ucapan: “Yang penting niat. Bukankah niat kita baik” Dan sangat boleh jadi pengucapnya hanya tahu sedikit atau sebagian dari kaedah ini. Mungkin dia mendengar hanya potongan dari hadits ini yang diucapkan seseorang, mungkin juga lengkap tetapi telah disimpangkan pengertiannya oleh orang yang ia dengar darinya hadits ini. Akhirnya semakin jauhlah apa yang sering diucapkan kebanyakan kaum muslimin dengan maksud sesungguhnya dari hadits di atas, bahkan bertentangan sama sekali.

(lebih…)